Aryna Sabalenka Sabet Gelar Ketiga Musim 2020 Di Linz Open
Aryna Sabalenka menangkan final Linz Open dengan dua set langsung
Berita Tenis: Petenis unggulan pertama, Aryna Sabalenka menutup musim 2020 dengan sembilan kemenangan beruntun dan memenangkan gelar secara beruntun.
Berlaga di partai puncak Linz Open, petenis berkebangsaan Belarusia berhasil mengamankan gelarnya dengan kemenangan 7-5, 6-2 atas petenis unggulan kedua, Elise Mertens.
“Ini sesuatu yang mengagumkan,” seru Sabalenka. “Saya tidak ingin mengatakan apapun dan hanya menyilangkan jari saya dengan harapan mendapatkan lebih banyak kemenangan.”
“Ini adalah akhir yang sempurna bagi musim saya, jadi saya bisa merasa senang dan rileks untuk liburan saya serta di pra-musim. Saya akan tetap berlatih demi memastikan bahwa saya bisa mempertahankan level ini di musim mendatang.”
Berkat kemenangan tersebut, petenis unggulan pertama menyamai pencapaian petenis peringkat 2 dunia, Simona Halep yang musim ini berhasil memenangkan tiga gelar. Usai mengatasi set pertama yang cukup menyulitkan, petenis unggulan pertama pun berhasil mengantongi gelar kedelapan dalam kariernya setelah 1 jam 42 menit.
Kedua petenis yang merupakan teman baik dan pasangan di nomor ganda dalam dua musim terakhir, bahkan memenangkan gelar US Open musim 2019 sebagai tim, telah berhadapan satu sama lain di nomor tunggal sebanyak lima kali. Petenis berkebangsaan Belarusia memenangkan dua pertemuan terakhir mereka dan kini unggul dengan 3-2 dalam head to head keduanya.
Memasuki final Linz Open musim ini, juara di Doha musim ini telah mengantongi delapan kemenangan secara beruntun setelah ia memenangkan gelar Ostrava Open, bahkan ia memenangkan gelar nomor ganda dari turnamen tersebut bersama Mertens.
Sementara itu, kemenangan di semifinal Linz Open tidak hanya membuatnya kembali ke peringkat 10 besar, tetapi ia dipastikan akan berada di peringkat 10 besar pada akhir musim untuk kali pertama dalam kariernya.
“Saya pikir set pertama benar-benar ketat. Ia petenis yang sangat bertenaga, jadi cukup sulit untuk mengatasinya,” aku Mertens.
Dalam pencarian gelar pertama sejak menjadi juara di Doha musim 2019, petenis berkebangsaan Belgia berusaha memanfaatkan performa petenis unggulan pertama yang tiba-tiba merosot di akhir set pertama.
Namun, petenis unggulan pertama tetap tenang bahkan akhirnya memenangkan set pertama, termasuk memenangkan game ke-11 yang menampilkan tujuh deuce dan tiga break point. Ia membawa momentum tersebut dengan menyambar 3-0 di set kedua.
Mertens mengerahkan kekuatan terakhir demi menahan laju rekan setimnya di nomor ganda, tetapi petenis unggulan pertama tidak goyah, mengamankan dua peluang break point lagi sebelum akhirnya mengklaim kemenangan dengan backhand winner yang memukau.
Seperti musim 2019 ketika ia mengakhirinya dengan memenangkan gelar Wuhan Open dan WTA Elite Trophy di Zhuhai, Sabalenka mengakhiri musim ini dengan mengantongi tiga gelar dan tanpa diragukan akan berusaha menerjemahkan level tersebut ketika memasuki Grand Slam pertama pada musim 2021.
Artikel Tag: Tenis, Elise Mertens, Linz Open, Aryna Sabalenka