Alexander Zverev Terima Trofi Peringkat 1 Di Paris
Alexander Zverev [image: atp tour]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Jerman, Alexander Zverev menerima trofi peringkat 1 dunia miliknya pada Senin (2/11) sore waktu setempat di Paris Masters musim 2026.
Pada hari Senin tersebut, petenis berusia 29 tahun menjadi petenis putra ke-30 yang berhasil mencapai peringkat 1 dunia sekaligus menjadi petenis putra Jerman kedua yang menorehkan pencapaian memukau tersebut.
Tonggak bersejarah juara French Open musim 2026 dirayakan di lapangan utama turnamen Masters 1000 yang digelar di ibu kota Prancis, Paris Masters. Dengan disaksikan oleh Ketua ATP, Andrea Gaudenzi dan direktur turnamen di Paris, Cedric Pioline di lapangan, petenis berkebangsaan Jerman pun mengangkat trofi peringkat 1 dunia.
"Sungguh sangat istimewa bisa merayakannya di sini, di Paris, tempat saya memenangkan gelar Grand Slam pertama saya beberapa bulan lalu (Roland Garros, Paris). Saya selalu mencintai kota ini. Menerima trofi ini di Paris terasa sangat istimewa bagi saya,” seru Zverev.
Peraih medali emas Olimpiade di Tokyo tahun 2021 didampingi oleh anggota timnya, termasuk sang ayah, Alexander Zverev Sr., dan saudaranya, Mischa saat merayakan momen tersebut. Juara US Open musim 2026 pun menyampaikan terima kasih atas dukungan mereka.
"Ini adalah hasil kerja tim," ujar Zverev mengenai pencapaian tersebut. "Kami telah bersama selama bermusim-musim. Saya tidak pernah benar-benar mengubah tim saya, tim saya tetap sama selama lebih dari 10 musim. Keberhasilan ini sepenuhnya merupakan hasil kerja tim. Kami semua bekerja sangat keras, dan terima kasih banyak kepada semua orang yang ada di sana."
Sementara itu, petenis berkebangsaan Jerman merasa sangat sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata apa yang telah ia lalui musim ini. Memenangkan dua gelar Grand Slam dan mencapai peringkat 1 dunia menjadikan musim ini salah satu momen paling istimewa dalam kariernya.
“Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan musim ini. Dua gelar Grand Slam, kenangan yang tidak terhitung jumlahnya dan hari ini saya terbangun sebagai petenis peringkat 1 dunia. Melihat angka tersebut bersanding dengan nama saya adalah perasaan yang mustahil untuk dijelaskan,” tulis Zverev.
Ia lalu menyampaikan ucapan terima kasih khusus kepada ibunya, Irina yang ia sebut sebagai sosok paling penting dalam hidup dan karier tenisnya. Sang ibu adalah orang yang mengajarinya bermain tenis, menjadi pelatih pertamanya, serta senantiasa mendukungnya di masa-masa sulit.
Ia juga mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita diabetes tipe 1 saat baru berusia empat tahun. Sejak usia sangat muda, ia harus belajar cara menjaga kesehatannya. Awalnya, ia memilih untuk merahasiakan kondisi tersebut karena merasa tidak nyaman untuk membicarakannya, serta khawatir dengan bagaimana orang lain memandang masalah kesehatan tersebut.
Namun, sikap Zverev berubah setelah ia mengalami cedera pada musim 2020. Ia mengatakan bahwa mencapai peringkat 1 dunia bukan sekadar tentang kesuksesan pribadinya, ia juga ingin menunjukkan kepada para penyandang diabetes bahwa mereka tetap bisa mengejar impian dan meraih pencapaian besar dalam hidup.
Artikel Tag: paris masters, French Open, alexander zverev