Alexander Zverev Incar Lengkapi Koleksi Gelar Grand Slam
Alexander Zverev [image: AFP]
Berita Tenis: Musim 2026 mungkin masih berlangsung, tetapi Alexander Zverev telah menggarisbawahi salah satu target terbesarnya untuk musim yang akan datang.
Petenis berkebangsaan Jerman diprediksi akan mengakhiri musim 2026 sebagai petenis peringkat 1 dunia dan bisa mengunci posisi tersebut paling cepat pekan depan, jika ia berhasil mencapai perempatfinal atau lebih baik di Vienna Open. Musim ini, ia berhasil memenangkan dua gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open dan US Open, serta menjadi runner up Wimbledon. Di luar Grand Slam, pencapaian terbaiknya sejauh ini pada musim 2026 adalah melaju ke final Madrid Open.
Di sisi lain, masih ada ruang untuk peningkatan bagi peraih medali emas Olimpiade di Tokyo tahun 2021 yang memenangkan tiga dari 11 pertandingan terakhirnya melawan petenis peringkat 10 besar.
“Itu adalah satu-satunya turnamen yang belum bisa saya menangkan sebelumnya. Saya telah menang di setiap level turnamen, meskipun pastinya tidak setiap turnamen di dunia,” ungkap Zverev terkait kemenangannya di Grand Slam.
“Saya berada di bawah tekanan mental tertentu. Gelar Grand Slam ini sangat penting bagi saya dan karier saya. Setelah saya menang di Paris, banyak hal yang akhirnya terselesaikan bagi saya.”
Petenis berkebangsaan Jerman yakin kemenangannya di French Open memungkinkannya untuk meraih kesuksesan di US Open. Ia kini sudah setengah jalan untuk melengkapi Career Grand Slam, pencapaian di mana setiap petenis memenangkan keempat Grand Slam setidaknya satu kali. Petenis putra terakhir yang mencatatkan pencapaian tersebut adalah Carlos Alcaraz pada bulan Januari musim ini.
“Anda harus selalu menetapkan tujuan-tujuan baru untuk diri sendiri,” ungkap Zverev. “Musim ini, tujuannya adalah memenangkan gelar Grand Slam, setelah itu, menjadi petenis peringkat 1 dunia. Saya juga memiliki tujuan-tujuan lain. Semoga saja, saya masih memiliki kesempatan untuk memenangkan dua Grand Slam lainnya. Itu akan menjadi sesuatu yang istimewa bagi saya.”
“Untuk kali pertama pada musim ini, saya merasa mampu bersaing di grass-court. Belajar cara bermain tenis di grass-court juga merupakan pencapaian besar bagi saya dan kini saya akhirnya merasa memiliki peluang untuk meraih gelar di keempat Grand Slam.”
Petenis berusia 29 tahun berhasil memanfaatkan nasib kurang beruntung yang dialami Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz, yang sempat terkendala oleh cedera. Petenis berkebangsaan Spanyol melewatkan hampir lima bulan rangkaian turnamen musim ini akibat cedera pergelangan tangan. Sementara itu, petenis berkebangsaan Italia belum bertanding lagi sejak Wimbledon karena masalah pada lututnya.
Dalam rekor pertemuan langsung, petenis berkebangsaan Jerman mencatatkan 6 kemenangan dan 7 kekalahan melawan Alcaraz, serta 4 kemenangan dan 11 kekalahan melawan Sinner.
"Tentu saja, Jannik dan Carlos adalah tantangan terbesar yang kita hadapi di dunia tenis. Tidak perlu diragukan lagi. Saya pun menantikan untuk bisa bersaing melawan mereka dalam beberapa musim ke depan," tukas Zverev.
Artikel Tag: French Open, US Open, alexander zverev