☰
Kanal
✕

Taylor Bevan Terus Berkembang sebagai Prospek Tinju Inggris

Penulis: Hanif Rusli
30 Sep 2026, 02:48 WIB

Taylor Bevan memiliki rekor sempurna 10-0 dengan sembilan kemenangan knockout (KO). (Foto: Fight TV)

Prospek tinju Inggris, Taylor Bevan, terus menunjukkan perkembangan sejak beralih ke profesional pada November 2024.

Petinju asal Wales itu kini mulai mengembangkan gaya bertarungnya agar tidak hanya mengandalkan kekuatan pukulan.

Bevan, 25 tahun, memiliki rekor sempurna 10-0 dengan sembilan kemenangan knockout (KO). Ia kembali mencuri perhatian saat tampil dalam partai tambahan pada pertunjukan perpisahan Katie Taylor di Croke Park, awal September.

Dalam pertarungan tersebut, Taylor Bevan menghentikan Emmet Brennan yang sebelumnya belum terkalahkan. Ia menjatuhkan lawannya empat kali melalui serangan ke tubuh sebelum menutup pertarungan dengan kombinasi pukulan keras.

Saat masih amatir, Bevan meraih medali perak Commonwealth Games 2022. Ia kemudian menunjukkan bahwa kekuatan dan naluri penyelesaian pertarungan menjadi modal penting dalam karier profesionalnya.

Namun, Taylor Bevan menilai kekuatan pukulannya bukan sekadar faktor bawaan. Menurutnya, teknik, kecepatan, ketepatan waktu, dan kerja keras turut berperan.

“Saya tidak akan mengatakan saya petinju dengan pukulan yang sangat keras. Saya pikir sebagian besar kekuatan saya berasal dari kerja keras,” kata Bevan kepada The Ring.

Bevan juga mulai berusaha mengurangi gaya bertarung agresif yang selama ini menjadi ciri khasnya. Awal tahun ini, ia meninggalkan pelatih Colin Jones dan bergabung dengan sasana milik Jamie Moore di sekitar Manchester.

Perubahan tersebut mendapat ujian pada Juni ketika Bevan menghadapi Ryszard Lewicki.

Lewicki menjadi petinju pertama yang mampu membawa Bevan hingga ronde terakhir. Bevan akhirnya menang melalui keputusan mayoritas dalam pertarungan 10 ronde.

Pengalaman itu membuat Bevan menyadari pentingnya mengatur tempo. Dalam laga melawan Brennan, ia tetap menekan sejak awal, tetapi tidak terburu-buru mencari KO.

Ia secara bertahap mengurangi pertahanan lawannya sebelum memanfaatkan peluang untuk mengakhiri pertarungan.

“Saya pikir saya juga petinju teknis, tetapi kerja keras sudah ditanamkan kepada saya sejak kecil. Ayah saya selalu mendorong saya,” ujar Bevan.

Kini, Bevan berusaha meninggalkan kebiasaan terus bekerja dengan intensitas tinggi sepanjang ronde. Menurutnya, pendekatan tersebut sulit dipertahankan dalam pertarungan profesional 10 atau 12 ronde.

“Ayah saya selalu menanamkan mentalitas kerja keras sejak kecil. Namun, sekarang saya mencoba sedikit menghilangkannya dari permainan saya dan mulai terbiasa dengan ronde yang lebih panjang,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru