Sukses Kalahkan Lopez, Shakur Stevenson Justru Dapat Kritik Tajam
Shakur Stevenson
Berita Tinju: Kemenangan Shakur Stevenson atas Teofimo Lopez di Madison Square Garden, bulan lalu, menuai banyak apresiasi dari dunia tinju. Stevenson menang angka mutlak dengan skor identik 119-109 dari ketiga juri dan merebut gelar WBO kelas super ringan, sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara dunia di empat divisi berbeda.
Dalam pertarungan tersebut, Stevenson tampil dominan sejak ronde awal. Kecepatan, kontrol jarak, serta akurasi pukulannya membuat Lopez kesulitan mengembangkan permainan. Banyak pengamat menilai petinju berusia 28 tahun itu memiliki potensi menjadi salah satu nama terbesar dalam olahraga ini dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, legenda tinju Amerika Serikat, James Toney, memiliki pandangan berbeda. Petinju yang telah masuk International Boxing Hall of Fame itu mengaku tidak terlalu terkesan dengan performa Stevenson.
“Saya menonton enam ronde pertama. Menurut saya itu membosankan. Dia tidak melakukannya seperti yang biasa saya lakukan dulu. Kalau dia merangkai kombinasi pukulan dan menyusunnya dengan lebih agresif, mungkin akan terlihat lebih menarik, tapi pertarungan itu terasa datar,” ujar Toney. Ia juga menambahkan bahwa Stevenson perlu memiliki naluri bertarung yang lebih kuat di atas ring.
Toney sendiri dikenal sebagai juara dunia tiga divisi dengan rekor impresif sepanjang kariernya. Dari 92 pertarungan, ia mencatat 77 kemenangan, 47 di antaranya melalui knockout, dengan persentase KO sekitar 61 persen. Gaya bertarungnya yang agresif dan penuh kombinasi menjadi ciri khas yang membuatnya disegani pada era 1990 an hingga awal 2000 an.
Sementara itu, Stevenson masih belum terkalahkan dengan catatan 25 kemenangan tanpa kalah, 11 di antaranya diraih lewat kemenangan sebelum batas waktu. Persentase knockout miliknya berada di kisaran 44 persen, angka yang lebih rendah dibanding Toney. Perbedaan statistik dan gaya inilah yang tampaknya menjadi dasar kritik sang legenda.
Meski mendapat komentar tajam, posisi Shakur Stevenson di peta persaingan tetap kuat. Gelar WBO kelas super ringan kini berada di tangannya, dan peluang menghadapi laga besar berikutnya terbuka lebar. Kritik dari sosok sekelas Toney bisa menjadi motivasi tambahan bagi Stevenson untuk terus mengembangkan gaya bertarungnya dan membuktikan bahwa efektivitas tidak selalu harus tampil agresif.
Artikel Tag: Tinju kelas super ringan, Teofimo Lopez, Shakur Stevenson