Kanal

Strategi Cerdas Marc Marquez, Minta Kontrak 1+1 Tahun di Ducati

Penulis: Abdi Ardiansyah
10 Apr 2026, 22:44 WIB

Marc Marquez

Berita MotoGP: Negosiasi kontrak Marc Marquez dengan Ducati belum menemui titik temu. Pembalap asal Spanyol itu memilih pendekatan hati-hati demi masa depannya.

Masa depan Marc Marquez bersama Ducati masih menjadi tanda tanya besar jelang MotoGP 2027. Meski kedua pihak disebut sudah sepakat dalam banyak hal, pembahasan kontrak baru belum juga rampung.

Salah satu penyebab utama adalah keinginan Marquez untuk hanya menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2028. Skema 1+1 ini dinilai sebagai langkah realistis, mengingat kondisi fisik sang pembalap yang belum sepenuhnya pulih dari cedera bahu.

Pengamat MotoGP, Ricard Jove, menilai keputusan tersebut sangat masuk akal. Ia menyebut Marquez sedang berpikir jangka panjang, bukan sekadar mengejar kontrak besar.

“Saya rasa kontrak 1+1 yang ia inginkan sangat logis. Itu berkaitan dengan kondisi fisiknya, sekaligus memberi ruang jika performa motor Ducati tidak sesuai harapan di 2027,” ujar Jove.

MotoGP memang akan memasuki era baru pada 2027 dengan perubahan besar pada regulasi teknis, termasuk penggunaan mesin 850cc dan pembatasan aerodinamika. Situasi ini membuat banyak tim belum memiliki gambaran pasti soal kekuatan mereka di masa depan.

Dalam konteks tersebut, Marquez memilih untuk tidak terikat kontrak panjang. Ia ingin memiliki kendali atas kariernya jika kondisi fisik tidak mendukung atau jika performa tim tidak kompetitif.

“Jika nanti kondisi tubuhnya tidak memungkinkan atau motornya tidak cukup kompetitif, dia bisa menentukan langkah berikutnya. Itu keputusan yang cerdas,” lanjut Jove.

Di sisi lain, Ducati justru menginginkan kontrak dua tahun, seperti yang umum terjadi di MotoGP. Tim asal Italia itu ingin menghindari risiko kehilangan pembalap utama secara tiba-tiba, terutama di tengah pasar pembalap yang semakin kompetitif.

Kekhawatiran Ducati bukan tanpa alasan. Jika Marquez memutuskan hengkang atau pensiun lebih cepat, mereka bisa kesulitan mencari pengganti yang sepadan karena sebagian besar pembalap top biasanya sudah terikat kontrak jangka panjang.

Hingga kini, negosiasi antara kedua pihak masih berlangsung. Meski belum ada keputusan final, arah pembicaraan menunjukkan bahwa Marquez tetap ingin menjaga fleksibilitas, sementara Ducati berusaha mempertahankan stabilitas tim.

Dengan usia yang tak lagi muda dan riwayat cedera yang cukup panjang, keputusan Marc Marquez kali ini bisa menjadi salah satu momen penting dalam menentukan akhir kariernya di MotoGP.

Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, MotoGP 2027

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru