Kanal

Stefanos Tsitsipas Bebas Rasa Sakit Jelang Pekan Kedua US Open

Penulis: Dian Megane
05 Sep 2026, 20:48 WIB

Stefanos Tsitsipas [image: USTA]

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Yunani, Stefanos Tsitsipas mengaku kini ‘bebas rasa sakit’ setelah menjalani pekan pertama yang luar biasa di US Open musim 2026.

Runner up Australian Open musim 2023 berhasil melaju ke babak keempat US Open di Flushing Meadows, New York setelah mengalahkan petenis berkebangsaan Ceko, Jiri Lehecka.

Meski kalah di set pembuka dengan 6-2, mantan petenis peringkat 3 dunia bangkit dan memenangkan tiga set berikutnya — 6-1, 7-6, 6-1 — atas petenis unggulan ke-18, Lehecka demi bertahan di US Open.

Sejauh ini, Grand Slam terakhir musim ini berjalan luar biasa bagi petenis berusia 28 tahun yang mengawali kiprahnya dengan menyingkirkan petenis unggulan kesepuluh, Arthur Fils dan terus mempertahankan momentum positif tersebut.

Saat menilik pengalamannya di New York, ia mengakui bahwa status tanpa unggulan justru membuat permainannya lebih lepas.

"Bisa dibilang begitu. Saat anda memiliki peringkat tinggi dan — Anda tahu — menjadi unggulan dalam turnamen ini, bukan sekadar unggulan biasa, melainkan salah satu unggulan teratas di ajang sebesar Grand Slam, rasanya memang agak berbeda ketika anda melangkah masuk ke lapangan," ujar Tsitsipas.

"Rasanya tidak banyak hal yang perlu saya khawatirkan, karena saya hanya bermain dan menikmatinya. Jika hasilnya bagus, ya baguslah. Dalam benak saya, saya juga mencoba menerapkan filosofi Yunani kuno, yaitu bersiap menghadapi skenario terburuk sebelum terjun ke medan laga atau sebut saja zona perang ini, saya sudah menerima kenyataan bahwa mungkin saja terjadi skenario yang sangat buruk."

“Situasi di lapangan tidak akan selalu ideal sesuai keinginan saya, jadi, memasuki pertandingan dengan pola pikir seperti itu memungkinkan saya memandang apa yang saya lakukan di sana dengan cara yang sedikit berbeda dari biasanya. Sebelumnya, menurut saya, sikap terlalu optimistis dan terlalu percaya diri justru bisa merusak permainan anda. Saya telah mempelajari hal itu melalui berbagai pengalaman sepanjang karier saya.”

Musim ini merupakan masa yang penuh tantangan bagi petenis berkebangsaan Yunani — ia harus menghadapi masalah cedera serta pergantian pelatih — namun kini ia justru menemukan performa terbaiknya di saat yang tepat.

Setelah melaju ke babak 16 besar, ia mengakui bahwa ia akhirnya bebas dari rasa sakit usai menjalani musim yang tidak konsisten.

"Saat saya mulai mendapatkan momentum dalam turnamen, punggung saya malah mulai terasa sakit," lanjut Tsitsipas. “Jadi, musim itu terasa sangat aneh dan penuh pasang surut, tidak ada konsistensi dalam perjalanan sepanjang musim. Saya bermain di Australia dengan kondisi punggung yang sakit. Saya ingat saat musim clay-court, situasi sempat agak stabil dan saya merasa sedikit lebih baik, sampai akhirnya saya harus bertanding, seingat saya melawan Fils di salah satu perempatfinal, di Barcelona.”

“Lalu masalah punggung itu kambuh lagi dan hal itu menimbulkan banyak ketidakpastian serta kekhawatiran. Dan ketika rasa khawatir itu terus menghantui setiap hari, rasanya sangat menyiksa. Saya jadi tidak lagi menikmati sesi latihan karena tubuh saya terasa sakit. Saat akan bertanding, kekhawatiran utama saya justru adalah apakah saya sanggup menyelesaikan pertandingan sampai akhir. Itu menjadi prioritas nomor satu, padahal sebelumnya hal itu bahkan tidak pernah jadi pertanyaan. Mengapa seseorang harus berhenti di tengah pertandingan hanya karena rasa sakit?”

“Jadi, saya merasa seolah sedang menghadapi berbagai pergulatan, baik secara internal maupun fisik. Banyak hal datang silih berganti. Situasi itu menciptakan kekacauan di dalam diri dan menimbulkan banyak rasa frustrasi. Namun, saya sebenarnya bisa menerimanya dengan cukup baik. Saya mampu menerimanya. Jika segalanya tidak berjalan lancar, saya tahu masih ada jalan lain.”

“Musim ini mungkin bukan yang terbaik bagi saya, tetapi setidaknya setiap hari saya bangun dengan perasaan bahagia karena tidak merasakan sakit dan saya tahu bisa berlatih tanpa rasa cemas mengenai bagaimana tubuh saya akan bereaksi.”

Kini, Tsitsipas akan berupaya memulihkan kondisi fisiknya saat ia menghadapi petenis unggulan kedelapan, Ben Shelton di babak keempat US Open usai petenis tuan rumah mengalahkan petenis berkebangsaan Kanada, Denis Shapovalov dengan 7-6, 6-7, 6-3, 6-4.

Artikel Tag: US Open, Stefanos Tsitsipas, Jiri Lehecka, Ben Shelton

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru