Kanal

Shakur Stevenson Rebut Gelar Lopez, Cetak Sejarah Juara Dunia Empat Divisi

Penulis: Hanif Rusli
01 Feb 2026, 19:33 WIB

Shakur Stevenson (kiri) mempermalukan Teofimo Lopez Jr lewat kemenangan mutlak 12 ronde dengan skor telak identik 119-109 di semua kartu juri. (Foto: Fight TV)

Shakur Stevenson tampil nyaris sempurna untuk merebut gelar WBO kelas junior welterweight milik Teofimo Lopez dan menorehkan sejarah sebagai juara dunia di empat divisi tercepat.

Bertarung di Madison Square Garden, New York, Minggu (1/2/2026) WIB, Stevenson mempermalukan Lopez lewat kemenangan mutlak 12 ronde dengan skor telak identik 119-109 di semua kartu juri.

Shakur Stevenson (25-0, 11 KO) sejak awal memang menjanjikan pertarungan yang “terlihat mudah”, dan ia menepati ucapannya.

Dengan tinju kelas tinggi, refleks cepat, serta jab yang terus menghantui, petinju kidal asal Newark, New Jersey itu mengontrol laga dari bel pembuka hingga akhir.

Alih-alih banyak bergerak mengitari ring, Stevenson justru berdiri percaya diri di tengah ring, membedah pertahanan Lopez dan perlahan mematahkan mental sang juara bertahan.

“Ini adalah seni tinju. Pukul dan jangan kena pukul,” ujar Stevenson usai laga. “Saya membongkar dia dan melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Saya bilang sejak awal, saya adalah petinju terbaik di planet ini, dan saya tetap berdiri pada itu.”

Dominasi Stevenson terlihat jelas di angka-angka. Setelah enam ronde, Lopez sudah tertinggal jauh dengan selisih pukulan masuk 78 berbanding 23.

Meski terus mencoba menekan, Lopez (22-2, 18 KO) tak pernah benar-benar menemukan jawaban.

Ayah sekaligus pelatihnya di sudut ring bahkan lebih sering memberi semangat ketimbang instruksi teknis, tanda kebingungan menghadapi kecerdasan ring Stevenson.

Sepanjang pertarungan, jab Stevenson menjadi senjata utama. Pukulan itu tak hanya membuka jalan bagi kombinasi lanjutan, tetapi juga mematahkan agresivitas Lopez.

Luka di sekitar mata kiri Lopez semakin parah memasuki ronde-ronde akhir, sementara Stevenson tetap tenang dan disiplin menjalankan rencana tandingnya.

Meski sempat berniat menghentikan laga sebelum bel terakhir, Stevenson tampak puas mengamankan kemenangan besar lewat angka.

Saat ronde ke-12 dimulai, satu-satunya pertanyaan hanyalah apakah Lopez mampu bertahan hingga akhir—dan ia melakukannya, meski dalam kondisi babak belur.

Kemenangan ini bukan hanya membuat Shakur Stevenson merebut sabuk WBO dan The Ring di kelas 140 pound, tetapi juga mengukuhkan statusnya sebagai juara dunia di empat kelas berbeda.

Mantan peraih perak Olimpiade 2016 itu sebelumnya telah mengoleksi gelar di kelas bulu junior, kelas ringan junior, dan kelas ringan.

Bagi Lopez, kekalahan ini mengakhiri enam kemenangan beruntun dan menjadi kekalahan pertamanya sejak ditundukkan George Kambosos Jr. pada 2021.

Sementara bagi Stevenson, ini adalah puncak karier sejauh ini—sebuah penampilan yang menegaskan status pound-for-pound dan membuka banyak opsi besar ke depan, baik bertahan di 140 pon maupun kembali ke 135 pon.

Tak lama setelah menang, Shakur Stevenson bahkan langsung melontarkan tantangan baru.

“Saya bisa mengalahkan siapa pun,” katanya. “Yang penting pikiran saya siap.” Dengan performa sekelas ini, klaim itu terasa sulit dibantah.

Artikel Tag: Shakur Stevenson, madison square garden

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru