Sean Dyche Kenang Gol Dramatis Abdoulaye Doucoure yang Selamatkan Everton
Sean Dyche tak akan lupakan momen gol Abdoulaye Doucoure. (Foto: Chris Brunskill/Fantasista/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Sean Dyche mengungkapkan bahwa dua momen paling emosional dalam kariernya datang saat Everton memastikan bertahan di Premier League pada akhir musim 2022/23. Mantan manajer The Toffees itu mengaku tidak akan pernah melupakan kebisingan luar biasa yang muncul di stadion setelah gol Abdoulaye Doucoure ke gawang Bournemouth.
Pada laga terakhir musim tersebut, Everton hanya membutuhkan kemenangan untuk menjamin keselamatan mereka dari degradasi. Tekanan besar menyelimuti Goodison Park ketika pertandingan dimulai, karena hasil apa pun selain kemenangan bisa membuat klub bersejarah itu turun kasta.
Sean Dyche kemudian mengenang bagaimana situasi tim saat itu sangat sulit karena banyak pemain inti mengalami cedera. The Toffees bahkan harus memainkan sejumlah pemain di posisi yang tidak biasa demi menutup kekurangan dalam skuad.
Ia menceritakan bahwa persiapan menjelang pertandingan berlangsung penuh tekanan. “Itu pekan yang berat. Kami benar-benar berada dalam situasi sulit karena cedera di mana-mana,” kata Dyche saat berbicara dengan jurnalis Henry Winter dan mantan CEO Liverpool Christian Purslow di podcast The Football Boardroom.
Dyche menjelaskan bahwa ia harus menyusun tim darurat untuk menghadapi Bournemouth. “Kami harus merangkainya kembali. Kami bermain dengan lima bek, Dwight McNeil bermain sebagai wing-back kiri dan Jimmy Garner di kanan. Kami bahkan tidak punya penyerang murni saat itu, Demarai Gray bermain di depan. Kami hampir tidak punya pilihan lain, tetapi kami tetap menang 1-0,” ujarnya.
Gol kemenangan Everton dicetak oleh Abdoulaye Doucoure melalui tendangan spektakuler. Dyche mengaku momen tersebut menghasilkan atmosfer stadion paling luar biasa yang pernah ia rasakan sepanjang hidupnya di sepak bola.
“Doucoure, yang sejak hari pertama luar biasa bagi saya, mencetak gol yang luar biasa. Saya belum pernah mendengar stadion sekeras itu sepanjang karier saya,” kata Dyche.
Ia menyebut suara suporter saat gol tercipta benar-benar mengguncang stadion. “Suara pada momen gol itu luar biasa, begitu juga saat peluit akhir. Dua momen itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya hilangkan dari karier saya,” ujarnya.
Sean Dyche bahkan mengatakan kekuatan suara para suporter hampir terasa secara fisik. “Itu luar biasa, kekuatan dari volume suara itu seperti mengguncang Anda. Saya masih bisa merasakannya sekarang,” lanjutnya.
Pada periode tersebut, Everton memang sedang menghadapi situasi krisis di luar lapangan. Klub berada dalam proses penjualan oleh pemilik saat itu, Farhad Moshiri, sementara suporter juga melakukan berbagai protes terkait kondisi klub.
Dyche mengakui tekanan sebagai manajer sangat besar karena sejarah panjang The Toffees dipertaruhkan. “Betapa beratnya pekan itu ketika Anda tahu klub dengan sejarah sebesar itu berada di pundak Anda,” katanya.
Musim berikutnya, Dyche kembali membawa Everton selamat dari degradasi meskipun klub sempat menerima pengurangan poin karena pelanggaran aturan keuangan Premier League.
Namun perjalanan Dyche di Merseyside berakhir pada Januari 2025, tidak lama setelah klub diambil alih oleh Friedkin Group. Saat itu Everton kembali berada dekat zona degradasi setelah mengalami kekalahan mengecewakan dari Bournemouth.
Dyche mengatakan bahwa ia sendiri yang memulai pembicaraan terkait kepergiannya dan bahkan menyarankan klub untuk menunjuk David Moyes sebagai penggantinya. “Saya hanya tahu situasinya. Saya berkata kepada staf: saya bisa melihat di mata para pemain, beban Everton sudah terlalu berat dan satu-satunya cara mengangkatnya adalah jika manajer pergi,” kata Dyche.
Ia pun menyarankan klub mempertimbangkan Moyes. “Saya bahkan mengatakan kepada mereka, bawa Moyes kembali jika dia bersedia,” ujarnya.
Dyche menegaskan bahwa ia meninggalkan Everton dalam kondisi yang terorganisasi dengan baik. Ia yakin staf dan seluruh struktur klub sudah memahami bagaimana menjalankan operasional tim dengan baik setelah masa sulit yang mereka lalui.
Artikel Tag: Everton, Sean Dyche, abdoulaye doucoure