Scottie Scheffler Kejar Rekor Tiger Woods di Memorial Tournament
Scottie Scheffler datang ke ajang yang digelar di lapangan milik legenda golf Jack Nicklaus itu sebagai juara bertahan dua edisi terakhir. (Foto: Golf Digest)
Pegolf nomor satu dunia Scottie Scheffler memiliki kesempatan langka untuk menorehkan sejarah pada Memorial Tournament 2026.
Jika mampu keluar sebagai juara pekan ini di Muirfield Village Golf Club, Dublin, Ohio, Scheffler akan menjadi pegolf pertama sejak Tiger Woods yang memenangkan turnamen tersebut tiga tahun berturut-turut.
Scottie Scheffler datang ke ajang yang digelar di lapangan milik legenda golf Jack Nicklaus itu sebagai juara bertahan dua edisi terakhir.
Pada 2025, ia menang dengan selisih empat pukulan atas Ben Griffin setelah membukukan total 10-under par.
Setahun sebelumnya, ia mengalahkan Collin Morikawa dengan keunggulan satu pukulan.
Satu-satunya pegolf yang pernah mencatat tiga gelar beruntun di Memorial Tournament adalah Woods pada periode 1999 hingga 2001.
Selain Woods, hanya beberapa nama besar yang pernah menjadi juara lebih dari sekali, termasuk Kenny Perry, Tom Watson, Greg Norman, Hale Irwin, dan Nicklaus sendiri.
"Dua kemenangan sebelumnya tidak terlalu berarti ketika Anda berdiri di tee pertama. Tetapi ini adalah lapangan yang memberi saya banyak kesuksesan dan akan sangat spesial jika bisa memenangkan turnamen yang sama tiga tahun berturut-turut, apalagi ini adalah tempat milik Jack Nicklaus," kata Scheffler.
Pegolf berusia 29 tahun itu belum meraih kemenangan sejak mengangkat trofi American Express pada Januari lalu, yang menjadi gelar PGA Tour ke-20 dalam kariernya.
Meski demikian, performanya tetap konsisten dengan tiga kali finis sebagai runner-up, termasuk di Masters Tournament, serta menempati posisi ketiga pada turnamen terakhirnya, The CJ Cup Byron Nelson.
Scottie Scheffler memperkirakan tantangan di Muirfield Village tahun ini akan semakin berat.
Berdasarkan pengalamannya saat mengikuti pro-am pada Rabu (3/6), kondisi lapangan mulai mengering dan diperkirakan tidak akan banyak diguyur hujan sepanjang pekan.
Menurutnya, karakteristik green yang keras dan kompleks membuat setiap kesalahan kecil bisa berakibat mahal.
"Lapangan ini tetap sulit bahkan ketika angin tidak terlalu kencang. Ada banyak area yang tidak boleh Anda lewatkan. Jika memukul bola dengan baik, Anda akan mendapat hadiah. Tetapi jika mulai melakukan pukulan buruk, hukumannya akan sangat berat," ujarnya.
Selain mengejar gelar Memorial ketiga secara beruntun, Scheffler juga mulai mempersiapkan diri menghadapi U.S. Open yang akan berlangsung pertengahan Juni di Shinnecock Hills, New York.
Awal pekan ini ia melakukan kunjungan pertamanya ke lapangan yang akan menjadi tuan rumah major tersebut.
Jika berhasil memenangkan U.S. Open, Scottie Scheffler akan melengkapi Career Grand Slam setelah sebelumnya menjuarai Masters, PGA Championship, dan The Open Championship.
Ia mengaku terkesan dengan tingkat kesulitan Shinnecock Hills, terutama pada area green yang menurutnya menjadi tantangan terbesar.
"Kompleks green di sana sangat sulit. Fairway-nya cukup lebar, tetapi begitu Anda meleset ke rough, peluang menjadi sangat kecil. Lapangan itu memberi ruang untuk menyerang, tetapi tetap menghukum kesalahan dengan sangat tegas," kata Scheffler.
Meski fokus utama pekan ini tetap tertuju pada Memorial Tournament, peluang mencatat sejarah baru membuat perhatian publik kembali mengarah kepada Scheffler.
Jika berhasil meraih gelar ketiga beruntun di Muirfield Village, namanya akan sejajar dengan salah satu pencapaian ikonik Tiger Woods di era modern golf.
Artikel Tag: PGA tour, memorial tournament, Scottie Scheffler