Rexy Mainaky: Pearly/Thinaah Butuh Kesabaran Untuk Meraih Pencapaian Besar
Pearly Tan-M Thinaah-Rexy Mainaky/[Foto:NST]
Berita Badminton : Begitu besar harapan yang disematkan kepada Pearly Tan / M Thinaah sehingga mereka diminta untuk kembali dari Birmingham dengan membawa gelar All England pekan lalu.
Namun hal itu tidak terjadi, meskipun ada anggapan bahwa mereka memiliki semua senjata yang dibutuhkan untuk mengalahkan semua pasangan terbaik dunia.
Pasangan peringkat 2 dunia, Pearly / Thinaah, gagal meraih kemenangan setelah kalah dari wakil Korea Selatan peringkat 4 dunia, Baek Ha Na / Lee So Hee, di babak semifinal All England 2026.
Jadi, apa yang kurang dalam permainan mereka di Birmingham, dan apa yang dibutuhkan agar mereka bisa memenangkan gelar-gelar besar seperti All England?
Direktur pelatihan ganda nasional asal Indonesia , Rexy Mainaky, mengatakan bahwa Pearly-Thinaah harus mempertajam penyelesaian mereka dan tetap sabar dalam reli.
Rexy Mainaky menyebutkan serangan yang terburu-buru sebagai faktor utama kekalahan mereka.
Rexy Mainaky mengatakan bahwa Pearly-Thinaah perlu mengembangkan kekuatan fisik yang lebih kuat untuk menyelesaikan reli.
"Kita harus lebih fokus meningkatkan kemampuan mereka untuk membunuh demi mendapatkan poin," kata Rexy.
"Dalam pertandingan itu mereka kehilangan kesabaran dan terburu-buru untuk menghancurkan kok. Pada akhirnya itu menyebabkan banyak kesalahan."
Rexy Mainaky menekankan bahwa keduanya harus belajar membangun poin dengan lebih sabar daripada memaksakan poin kemenangan terlalu cepat, terutama melawan lawan yang pandai memanfaatkan kesalahan.
Sementara itu tujuan utama pelatih kepala ganda putra tim nasional Malaysia, Herry IP selanjutnya untuk Aaron Chia / Soh Wooi Yik adalah membantu mereka kembali menjadi juara dunia.
Untuk mencapai hal itu, Herry IP berencana untuk mengajarkan kepada juara dunia 2022 seni tetap tenang di saat-saat tegang yang dapat menentukan hasil duel yang ketat.
Artikel Tag: rexy mainaky, Pearly Tan, Herry IP, M Thinaah, All England 2026