Respons Andrey Rublev Tentang Peluang Seseorang Taklukkan Jannik Sinner
Andrey Rublev [kanan] dan Jannik Sinner [kiri] [image: getty images]
Berita Tenis: Andrey Rublev menjadi korban teranyar yang menderita kekalahan dua set langsung dari petenis peringkat 1 dunia, Jannik Sinner yang tengah memanas.
Petenis berkebangsaan Italia membungkam petenis peringkat 14 dunia dengan hanya kehilangan enam game saja di perempatfinal Italian Open, Roma musim 2026, kemenangan yang mengantarkan sang petenis mematahkan rekor Novak Djokovic sebagai petenis dengan kemenangan beruntun terbanyak di turnamen Masters 1000 setelah mengantongi 32 kemenangan.
Petenis berusia 24 tahun, Sinner belum kalah sejak ia kandas di perempatfinal Qatar Open, Doha dari petenis berkebangsaan Ceko, Jakub Mensik, yang menandai kekalahan keduanya pada musim 2026.
Sejak saat itu, petenis peringkat 1 dunia menyambar empat gelar secara beruntun dan tampak meyakinkan untuk meneruskan dominasi tersebut dengan rival terberatnya, Carlos Alcaraz kini tengah menepi dari hingar-bingar turnamen ATP gara-gara cedera.
Setelah perempatfinal Italian Open, petenis berusia 28 tahun pun bertemu dengan media dan mendiskusikan apa yang dibutuhkan petenis mana pun untuk mengatasi petenis peringkat 1 dunia.
Ditanya apakah ia berpikir tidak bisa mengalahkan Sinner di pertandingan tersebut, Rublev menjawab, “Tidak, saya tidak berpikir seperti itu. Saya hanya berjuang, tetap melakukan semua hal yang bisa saya lakukan, dan kita akan lihat apa yang akan terjadi. Ya, anda membutuhkan banyak usaha dan fokus untuk mempertahankan level seperti itu.”
“Di beberapa pertandingan, anda mungkin melewatkan satu bola dengan pukulan pertama, lalu lawan anda meleset, 15/15. Di sini, anda melewatkan satu bola, 0/15, lalu pengembalian datang lebih dalam. Jika anda tidak memainkan bola itu dengan baik, maka kedudukannya 0/30. Itu perbedaannya.”
Mendiskusikan kandidat yang berpotensi mematahkan kemenangan beruntun Sinner, Rublev menambahkan, “Kita lihat. Alcaraz telah mengalahkannya berkali-kali. Betul keduanya mengungguli petenis lain. Jadi, kita lihat. Musim ini masih berlanjut. Lebih banyak petenis terus bermunculan, jadi, kita lihat saja.”
Sementara merenungkan perempatfinal di Roma, Rublev memaparkan, “Kesannya, seperti yang saya katakan, untuk bisa bermain melawannya, anda perlu mampu mempertahankan fokus pada level tinggi agar bisa bermain di level tersebut secara konsisten.”
“Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, misalnya pada kedudukan 4-2, saya sudah sedikit kehilangan fokus dan melakukan kesalahan mudah. Ia bahkan tidak melakukan apa pun. Tanpa itu, ia mematahkan servis saya.”
“Ia hanya melakukan beberapa kesalahan sekali. Mungkin hanya di set kedua 4-3 ketika ia unggul dan mematahkan servis saya, 40/0. Kesalahan forehand dan backhand. Sampai saat itu ia tidak memberi saya poin cuma-cuma. Anda harus memaksanya untuk melakukan kesalahan atau anda harus mencoba pukulan untuk menghasilkan poin kemenangan.”
Kemenangan terakhir Rublev atas Sinner terjadi di Canadian Open pada musim 2024.
Artikel Tag: Italian Open, Andrey Rublev, Jannik Sinner