Real Sociedad Raih Copa del Rey, Masa Depan Cerah Menanti
Real Sociedad Raih Copa del Rey, Masa Depan Cerah Menanti - sumber: (footballespana)
Berita Liga Spanyol: Musim 2025-26 bagi Real Sociedad dimulai dengan pertanyaan besar: dapatkah klub ini mempertahankan kesuksesan meski ditinggal dua arsitek utamanya, Roberto Olabe dan Imanol Alguacil? Jawabannya adalah "ya" setelah akhir pekan lalu, La Real berhasil meraih gelar keempat Copa del Rey mereka, menandakan bahwa perjalanan klub ini tetap berlanjut meskipun sempat mengalami jalan terjal.
Pada awal musim, berada di zona Eropa dan mencapai semifinal Copa del Rey sudah dianggap pencapaian yang bagus, mengingat ekspektasi akan adanya transisi yang sulit. Namun, Real Sociedad justru melampaui ekspektasi tersebut.
Musim panas lalu, Sociedad memilih mempertahankan kontinuitas dengan menggantikan Alguacil dan Olabe dengan promosi internal, yakni pelatih tim junior Sergio Francisco dan Kepala Pemandu Bakat Erik Bretos. Langkah ini menjaga stabilitas di manajemen, tetapi di lapangan, tim membutuhkan dorongan lebih yang ternyata tidak mampu diberikan oleh Francisco.
Kejatuhan Sergio Francisco
Real Sociedad kembali menghadapi masalah lama yang menghantui mereka selama bertahun-tahun: kehilangan gelandang pengendali dan bek kunci secara bertahap, serta kesulitan menemukan penyerang produktif. Transfer pemain seperti Goncalo Guedes, Carlos Soler, dan Duje Caleta-Car tidak membawa banyak harapan. Yangel Herrera yang diharapkan bisa menjadi solusi di lini tengah, justru lebih banyak absen karena cedera otot.
Dengan mencoba gaya bermain lebih langsung, yang logis mengingat absennya pemain pengendali tempo seperti Martin Zubimendi atau David Silva, Francisco justru menghadapi tantangan fisik besar dan gagal mengubah penguasaan bola menjadi gol. Setelah hanya meraih empat kemenangan dalam 16 laga, manajemen memutuskan untuk berpisah dengan Francisco setelah kekalahan dari Girona pada Desember.
Kebangkitan Matarazzo
Masuklah Pellegrino Matarazzo, pria kelahiran New Jersey dari imigran Italia, yang sebelumnya dikenal di Jerman. Matarazzo adalah lulusan matematika terapan dari Columbia University, yang mengesampingkan karir di Wall Street demi mengabdikan diri di dunia sepak bola. Setelah karir bermain di liga bawah Jerman, ia beralih ke dunia kepelatihan dan membangun reputasinya dengan sukses membawa Stuttgart promosi ke Bundesliga.
Matarazzo, yang kini lebih terdengar seperti orang Jerman ketimbang orang New Jersey, membuktikan bahwa pelatih dengan ide segar dapat membawa nilai tambah di Liga Spanyol. Meskipun jarang klub besar seperti Real Sociedad merekrut pelatih tanpa pengalaman La Liga, keputusan ini terbukti tepat.
Dampak "Matarazzo-ball"
Matarazzo berhasil mengoptimalkan gaya bermain langsung yang tidak bisa diterapkan oleh Francisco. Timnya kini lebih fokus menyerang kotak penalti dan rela mengambil risiko di lini belakang. Gaya bermain ini ternyata cocok dengan karakter skuad saat ini, yang lebih mengedepankan intensitas dan duel, ketimbang penguasaan bola yang lambat.
Pendekatan ini juga mengatasi masalah serangan yang selama ini menjadi kendala bagi La Real. Real Sociedad kini berada di posisi keenam dalam statistik gol yang diharapkan (xG) dan kelima dalam jumlah gol yang dicetak. Selain gaya bermain yang langsung, tim juga menikmati keberuntungan dalam konversi peluang.
Matarazzo juga berhasil memaksimalkan potensi pemain yang sebelumnya kurang bersinar. Goncalo Guedes dan Benat Turrientes menjadi contoh nyata. Turrientes kini menjadi unsur penting dalam permainan fisik dan langsung yang diinginkan Matarazzo, sementara Guedes menikmati musim terbaiknya sejak 2022.
Babak Baru di Donostia
Dengan trofi Copa del Rey dalam genggaman, fokus Real Sociedad kini adalah mempertahankan posisi di tujuh besar agar bisa kembali ke kompetisi Eropa. Meskipun penampilan mereka saat ini melebihi ekspektasi xG, angka-angka mendasar menunjukkan bahwa mereka layak berada di posisi tersebut.
Pengaruh Matarazzo telah membantu klub menghindari jebakan transisi, membuktikan bahwa keputusan berani dalam merekrut pelatih dapat membawa hasil positif. Semoga klub-klub lain di liga bisa belajar dari langkah berani ini.
Artikel Tag: Real Sociedad, Pellegrino Matarazzo