Reaksi Jannik Sinner Usai Ketahui Akan Ada Gelombang Panas Di London
Jannik Sinner [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Italia berusia 24 tahun, Jannik Sinner merupakan petenis yang ketika dalam performa terbaiknya, ia tidak terhentikan.
Namun di sepanjang kariernya, petenis peringkat 1 dunia sangat rentan terhadap faktor-faktor lingkungan, yang berperan besar dalam beberapa momen terburuknya dalam beberapa musim terakhir.
Kekalahan di French Open musim ini masih terasa menyakitkan dan dengan suhu yang terus meningkat di seluruh dunia, kondisi seperti itu diperkirakan akan semakin sering terjadi. Itulah mengapa laporan cuaca Wimbledon sangat menarik, karena ia berupaya mempertahankan gelarnya di London.
Dalam konferensi pers ia ditanya apa yang ia anggap sebagai risiko terbesar dalam pertandingan mendatang.
“Saya tidak tahu. Tidak ada aturan. Saya pikir yang terpenting adalah tetap memiliki mentalitas yang baik dan sikap yang benar di lapangan,” jawab Sinner.
“Tentu saja, panggungnya semakin besar dan penting, seperti yang kita ketahui. Setiap detail mendapat perhatian lebih. Kami berusaha mempersiapkan setiap pertandingan sebagai yang terpenting, lalu kita lihat hasilnya. Saya berusaha mengendalikan apa pun yang bisa kami kendalikan, lalu sisanya berusaha menyelesaikan masalah.”
Kemudian, ketika diberitahu tentang laporan gelombang panas yang akan datang dan melanda All England Club, Sinner bereaksi, “Sepertinya anda lebih tahu jadwalnya daripada saya. Saya tidak tahu kapan mereka menempatkan saya. Tetapi saya senang apa pun itu. Saya merasa sudah siap. Kami melakukan persiapan yang baik.”
“Apa pun yang terjadi di masa lalu, itu sudah berlalu. Sekarang kita lihat apakah kita telah menemukan solusi. Jika tidak, kita terus berlatih untuk yang berikutnya. Tetapi bagaimanapun juga, perempatfinal Grand Slam, perasaannya berbeda. Pasti ada lebih banyak ketegangan. Pada saat yang sama, saya sangat senang dengan posisi saya saat ini. Lalu kita lihat bagaimana kelanjutannya. Mari kita lihat.”
Petenis unggulan pertama mengklaim telah melakukan perubahan pada permainannya setelah tersingkir dari French Open. Sekarang saatnya untuk membuktikannya.
Cuaca cerah dan relatif panas sepanjang pekan pertama, tetapi suhu diperkirakan akan melonjak dalam beberapa hari mendatang. Dan meskipun tidak mencapai suhu tertinggi 34 derajat Celcius seperti yang terjadi di Roland Garros, Paris, suhu tersebut tetap akan menimbulkan masalah.
Terutama mengingat, seperti yang akan dikatakan oleh setiap orang Inggris, panas di negara tersebut terasa berbeda. Lebih menyengat. Prakiraan cuaca BBC menunjukkan bahwa hari ini suhu tertinggi akan mencapai 32 derajat Celcius dan diperkirakan akan terulang pada hari Rabu. Kemudian, pada hari Kamis suhu akan naik menjadi 33 derajat Celcius.
Ada alasan mengapa cuaca dan Sinner begitu menarik perhatian. Lagipula, ia sering kesulitan dalam kondisi panas di masa lalu, dengan French Open musim ini sebagai contoh yang paling menonjol. Di sana, ia unggul dua set tanpa balas dan siap mempertahankan langkahnya yang mudah menuju gelar yang semua orang kira sudah pasti diraihnya.
Namun, setelah unggul 5-2 di set ketiga, ia malah tampil buruk. Ia kemudian kalah dengan lima set, sehingga mengejutkan dunia tenis. Ia memang berpendapat bahwa cuaca panas bukanlah penyebab kekalahannya, tetapi tampaknya hanya sedikit yang mempercayainya.
Contoh penting lainnya adalah final Cincinnati Open musim 2025, di mana Sinner mundur saat melawan Carlos Alcaraz; Shanghai Open musim 2025, di mana ia tampil buruk melawan Tallon Griekspoor; dan US Open musim 2023, di mana ia kalah dalam lima set dari Alexander Zverev.
Artikel Tag: wimbledon, French Open, Jannik Sinner, Carlos Alcaraz