☰
Kanal
✕

Rafael Jodar Minta Maaf Kepada Ball Kid Usai Insiden Di Shanghai

Penulis: Dian Megane
17 Okt 2026, 09:01 WIB

Rafael Jodar [image: getty images]

Berita Tenis: Rafael Jodar menyatakan bahwa ia tidak sempurna setelah meminta maaf atas perilakunya terhadap ball boy saat ia melakoni perempatfinal Shanghai Open musim 2026.

Bintang yang tengah naik daun asal Spanyol menerima pelanggaran kode dari wasit setelah ia terdengar berkata, “Beri aku handuk itu, demi Tuhan!' terhadap salah satu ball boy di awal set kedua setelah kalah di set pembuka. Ia kemudian berdebat dengan wasit Jimmy Pinoargote mengenai hukuman tersebut, memprotes bahwa ia tidak bersalah meskipun komentarnya terdengar jelas. Ia mengklaim ball boy itu tidak mendengarkannya.

Dua hari setelah kontroversi yang berujung pada penjatuhan denda tersebut, petenis berusia 20 tahun akhirnya angkat bicara mengenai masalah tersebut usai mengalahkan Casper Ruud di perempatfinal Shanghai Open. Kemenangan tersebut mengantarkannya ke semifinal sekaligus menjadikannya petenis termuda yang berhasil mencapai semifinal di sepanjang sejarah turnamen tersebut sampai saat ini.

“Itu adalah kesalahan saya. Setelah pertandingan, saya memikirkannya, dan seharusnya saya tidak melakukan hal itu kepada ball boy itu,” ujar Jodar.

“Saya sangat menghormati anak-anak pengambil bola maupun wasit dalam pertandingan tersebut, bahkan dalam semua pertandingan dan turnamen. Seharusnya saya tidak memperlakukan anak pengambil bola itu seperti yang saya lakukan.”

Lebih lanjut, petenis berusia 20 tahun menjelaskan bahwa luapan emosinya dipicu oleh rasa frustrasi karena kehilangan set pertama saat melawan petenis berkebangsaan Belanda, Botic van de Zandschulp. Di Shanghai Open musim ini, ia tercatat telah memenangkan empat pertandingan berturut-turut setelah sempat kalah di set pembuka.

“Saya merasa sangat frustrasi dengan jalannya pertandingan bagi saya. Saya tidak bermaksud menyakiti perasaan ball kid atau siapa pun. Saya hanya merasa frustrasi terhadap diri sendiri. Saat itu, saya tidak mampu mengendalikan emosi saya dalam pertandingan tersebut.”

“Itu adalah kesalahan saya dan saya akan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi, karena bukan begitu cara yang seharusnya untuk memperlakukan ball kid. Saya sangat menghargai tugas mereka dan tindakan saya sama sekali bukan ditujukan kepada anak tersebut, anak pengambil bola lainnya, ataupun wasit.”

“Seharusnya saya menerima peringatan yang diberikan kepada saya karena peringatan itu memang tepat dan wasit telah mengambil keputusan yang benar.”

Jodar belum berkomunikasi dengan ball kid tersebut sejak pertandingan berakhir, tetapi ia menambahkan bahwa ia ingin menyampaikan permintaan maaf jika kelak mereka bertemu kembali.

Mengenai perilakunya, petenis berkebangsaan Spanyol mengungkapkan kepada media bahwa ia tengah “belajar bagaimana bersikap di lapangan.” Dalam pertandingan-pertandingan lain, ia juga sempat menuai kritik karena caranya meluapkan rasa frustrasi di sela-sela poin maupun saat pergantian sisi lapangan.

“Saya tengah belajar cara melakukan pukulan forehand, backhand, maupun servis. Saya juga belajar bagaimana harus bersikap di lapangan,” tutur Jodar.

“Masih banyak hal yang perlu saya perbaiki terkait perilaku saya, jadi, saya belum sempurna. Saya manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan, oleh karena itu, saya akan belajar dari kesalahan ini agar tidak mengulanginya lagi di kesempatan berikutnya.”

Artikel Tag: Casper Ruud, Shanghai Open

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru