Kanal

PSIM Jogja Bertekad Akhiri Tren Negatif, Selesaikan PR Antisipasi Bola Mati

Penulis: Dayat Huri
15 Apr 2026, 09:45 WIB

PSIM Jogja bersiap menghadapi Bhayangkara FC/foto dok PSIM Jogja

Berita Super League: Misi besar diusung PSIM Jogja untuk segera memutus rantai hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir Super League musim 2025/2026.

Skuat PSIM Jogja kini mengalihkan fokus penuh pada persiapan teknis, terutama dalam membenahi koordinasi lini pertahanan saat menghadapi situasi bola mati.

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel menegaskan bahwa evaluasi mendalam telah dilakukan agar tim tidak lagi melakukan kesalahan serupa saat menantang kekuatan Bhayangkara FC.

PSIM Jogja saat ini memang tengah berada dalam situasi sulit setelah gagal memetik kemenangan dalam empat laga beruntun. Kekalahan menyakitkan di kandang sendiri dari PSM Makassar pada akhir pekan lalu menjadi sinyal kuat bahwa ada celah yang harus segera ditutup.

Fokus utama Van Gastel dalam sesi latihan kali ini adalah meningkatkan kedisiplinan pemain dalam mengawal lawan, terutama saat terjadi skema bola mati yang sering menjadi petaka bagi timnya.

"Kami melakukan penjagaan satu lawan satu. Jadi itulah yang saya katakan. Itu salah satu masalah kami, yaitu kurangnya rasa urgensi, terlalu santai, dan menjaga lawan tanpa rasa tanggung jawab. Jadi saya merindukan kegigihan dalam banyak aspek permainan kami," jelas Van Gastel seperti dikutip dari laman resmi klub.

Menjelang laga kontra Bhayangkara FC, pelatih asal Belanda tersebut tetap menginstruksikan para pemain untuk tetap tenang namun waspada.

Meski tekanan untuk menjauh dari zona degradasi semakin kuat, skuat Laskar Mataram diminta untuk tetap berpegang pada identitas permainan tim sendiri dan tidak terpaku pada kekuatan lawan.

"Seperti biasa kami fokus pada permainan kami sendiri. Jadi itulah yang kami lakukan setiap pertandingan," tambahnya saat membahas persiapan menuju markas Bhayangkara FC.

Kebutuhan akan poin penuh menjadi harga mati bagi PSIM Jogja demi mengamankan eksistensi mereka di kasta tertinggi Super League musim 2025/2026.

Persaingan di papan bawah yang semakin ketat menuntut kegigihan ekstra dari seluruh elemen tim. Harapannya, pembenahan pada aspek antisipasi bola mati dan peningkatan rasa tanggung jawab di lapangan dapat menjadi kunci bagi kebangkitan tim kebanggaan Kota Yogyakarta ini.

Artikel Tag: Bhayangkara FC, Super League

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru