Kanal

Polisi Selidiki Rasisme ke Pemain Premier League

Penulis: Fery Andriyansyah
24 Feb 2026, 18:00 WIB

Striker Wolves, Tolu Arokodare, jadi korban rasisme terbaru di Premier League. (Foto: Paul Bonser/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)

Berita Liga Inggris: Kasus rasisme kembali mencoreng Premier League setelah empat pemain menjadi korban pelecehan daring dalam tiga hari terakhir. Unit Kepolisian Sepak Bola Inggris (UKFPU) mengonfirmasi telah menerima empat laporan terpisah terkait ujaran kebencian yang ditujukan kepada pemain kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Striker Wolverhampton Wanderers, Tolu Arokodare, menjadi salah satu korban setelah gagal mengeksekusi penalti dalam kekalahan 0-1 dari Crystal Palace. Ia menerima pesan bernada rasis dari sejumlah akun media sosial.

Gelandang Sunderland, Romaine Mundle, juga mengalami hal serupa usai tampil sebagai pemain pengganti dalam kekalahan 1-3 dari Fulham. Sehari sebelumnya, bek Chelsea, Wesley Fofana, serta gelandang Burnley, Hannibal Mejbri, lebih dulu mengungkapkan pesan rasis yang mereka terima secara daring.

Kepala UKFPU, Chief Constable Mark Roberts, menegaskan sikap tegas aparat. “Tidak ada tempat untuk pelecehan rasial, baik daring maupun langsung. Siapa pun yang merasa bisa bersembunyi di balik keyboard sebaiknya berpikir ulang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim khusus akan bekerja untuk mengidentifikasi pelaku dan membawa mereka ke proses hukum.

Organisasi anti-diskriminasi Kick It Out juga menyatakan solidaritas kepada para pemain. Mereka menilai kejadian di Premier League akhir pekan ini sebagai sesuatu yang memprihatinkan dan mendesak adanya tindakan nyata, bukan sekadar kampanye simbolis.

Premier League turut merilis pernyataan resmi, berjanji membantu investigasi dan memastikan konsekuensi serius bagi pihak yang terbukti bersalah. “Sepak bola untuk semua orang — tidak ada ruang bagi rasisme,” tegas pernyataan liga.

Fofana sendiri menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial. “2026, tetap hal yang sama, tidak ada yang berubah. Orang-orang ini tidak pernah dihukum,” tulisnya. Sementara Hannibal mengingatkan, “Ini 2026 dan masih ada orang seperti itu. Tolong didik diri Anda dan anak-anak Anda.”

Kasus ini bukan yang pertama. Nigel Dewale, yang mengirim pelecehan daring kepada bek Inggris Jess Carter pada Euro Wanita musim panas lalu, dijadwalkan menjalani vonis pada 25 Maret setelah mengaku bersalah atas tuduhan komunikasi jahat.

Pemerintah Inggris menyebut rasisme terhadap pemain sebagai tindakan yang menjijikkan dan menegaskan komitmen untuk meminta pertanggungjawaban platform media sosial agar lebih aktif melindungi pengguna dari pelecehan daring.

Artikel Tag: Premier League

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru