Pol Espargaro Sebut Pengembangan Motor Ducati Sudah Mentok Batas
Paddock Ducati MotoGP
Berita MotoGP : Dominasi Ducati di MotoGP mulai dipertanyakan setelah hasil kurang meyakinkan pada seri pembuka 2026. Pol Espargaro bahkan menilai pabrikan Italia itu mungkin telah mencapai batas pengembangan motor mereka.
Dominasi Ducati di MotoGP dalam beberapa tahun terakhir mulai mendapat sorotan setelah hasil yang kurang meyakinkan pada seri pembuka musim 2026 di Thailand. Mantan pembalap MotoGP yang kini menjadi test rider KTM, Pol Espargaro, menilai pabrikan asal Italia itu kemungkinan telah mencapai batas maksimal pengembangan motor mereka.
Dalam empat musim terakhir, Ducati tampil sangat dominan di MotoGP. Mereka berhasil menyapu gelar juara dunia pembalap sejak 2022 melalui Francesco Bagnaia, kemudian Jorge Martin pada 2024, hingga Marc Marquez yang menjadi juara pada musim 2025.
Namun hasil berbeda terlihat pada seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Chang International, Thailand. Ducati gagal menempatkan pembalapnya di podium bahkan tidak ada yang finis di lima besar pada balapan utama.
Hasil terbaik Ducati di balapan tersebut justru diraih Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 Racing Team yang finis di posisi keenam menggunakan motor Ducati GP26.
Pol Espargaro menilai situasi tersebut bukan semata karena performa Ducati menurun, tetapi lebih karena pabrikan lain mulai mengejar ketertinggalan.
Menurutnya, Ducati kini memiliki ruang pengembangan yang semakin sempit dibandingkan para rivalnya.
"Kami sudah mulai melihat mereka sedikit kesulitan. Bukan karena mereka tampil buruk, tetapi karena mereka memiliki ruang peningkatan yang sangat kecil," kata Espargaro dalam wawancara di Radioestadio Noche.
Ia menjelaskan bahwa Ducati kemungkinan telah mencapai batas pengembangan di bawah regulasi teknis saat ini. Sementara itu, pabrikan lain seperti Aprilia masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan performa motor mereka.
"Apa yang kita lihat di balapan pertama kemungkinan tidak akan jauh berbeda dengan situasi di pertengahan musim nanti," ujarnya.
Pendapat Espargaro tersebut muncul setelah Aprilia tampil sangat kuat di seri pembuka musim ini. Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, berhasil memenangkan balapan di Thailand dengan dominan setelah memimpin sejak awal hingga garis finis.
Performa tersebut bahkan membuat sejumlah pihak di Ducati mulai meragukan apakah mereka masih menjadi tim terkuat di grid MotoGP.
Francesco Bagnaia sendiri mengakui bahwa Ducati saat ini mungkin tidak lagi memiliki motor tercepat setelah melihat performa rival mereka pada balapan pertama musim ini.
Meski demikian, musim MotoGP 2026 masih panjang dan Ducati masih memiliki banyak kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka tetap menjadi salah satu kekuatan utama di kelas premier.
Artikel Tag: Marc Marquez, Ducati, Pol Espargaro, Francesco Bagnaia, MotoGP 2026