Pisa Kecolongan di Laga Kontra Milan, Hiljemark Menyoroti Kelengahan Tim
Pisa Kecolongan di Laga Kontra Milan, Hiljemark Menyoroti Kelengahan Tim - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Pisa harus merasakan kepedihan kekalahan tipis 2-1 dari AC Milan di kandang sendiri, Arena Garibaldi, pada pertandingan Serie A yang berlangsung pada tanggal 13 Februari 2026. Oscar Hiljemark, pelatih Pisa, mengakui bahwa timnya “tertidur dalam dua situasi,” yang akhirnya harus dibayar mahal melawan raksasa San Siro.
Meski demikian, Hiljemark menunjukkan progres positif sejak debutnya pekan lalu dengan hasil imbang 0-0 melawan Hellas Verona. Dalam pertandingan ini, Ruben Loftus-Cheek membuka keunggulan bagi Milan lewat sundulan bebas. Pisa kemudian menyamakan kedudukan melalui Felipe Loyola, memanfaatkan momen setelah Niclas Fullkrug gagal memanfaatkan penalti yang hanya membentur tiang.
Namun, magis Luka Modric, yang bekerja sama dengan Samuele Ricci, menjadi penentu kemenangan Milan di menit-menit akhir. Modric, yang di usianya yang ke-40 tahun dan 157 hari, terus menunjukkan kualitas yang membuatnya menjadi salah satu punggawa terhebat dengan mencetak gol kemenangan. Meski AC Milan harus bermain dengan 10 orang setelah Adrien Rabiot mendapatkan kartu merah di masa perpanjangan waktu, Pisa tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tersebut.
Hiljemark melihat sisi positif dan negatif dalam laga ini. “Secara taktikal, kami bermain fantastis, tetapi tertidur sebentar dapat berakibat fatal melawan tim seperti Milan,” ujarnya penuh semangat. Ia melihat adanya peningkatan performa, terutama selepas jeda babak pertama, di mana Pisa mampu menciptakan lebih banyak peluang dan menunjukkan kapasitas untuk bersaing.
Pertandingan melawan Milan ini kembali menampilkan sikap pantang menyerah Pisa, meski mereka baru mengoleksi satu kemenangan sepanjang musim ini melawan Cremonese. Tahan imbang Milan di San Siro lalu hampir mengulangi prestasi tersebut di kandang, Pisa membuktikan bahwa mereka bisa bangkit melawan tim-tim besar.
Dengan penuh tekad, Hiljemark mengarahkan pandangannya ke depan, siap untuk tantangan berikut. “Sebagai pelatih, yang bisa saya lakukan adalah selalu fokus pada laga selanjutnya. Jalan kami masih panjang, tetapi melihat dukungan dari penggemar dan tekad tim untuk bermain adalah hal yang sangat berarti. Ketahanan mental sangat krusial saat ini,” tegasnya.
Artikel Tag: AC Milan, Luka Modric