Kanal

Pertahanan Timnas Indonesia Terlalu Terbuka, John Herdman Bakal Evaluasi

Penulis: Abdi Ardiansyah
06 Agu 2026, 14:05 WIB

John Herdman, pelatih Timnas Indonesia.

Berita Timnas - Kekalahan telak dari Vietnam menjadi bahan evaluasi besar bagi Timnas Indonesia. John Herdman mengakui pendekatan menyerang membuat timnya terlalu terbuka, tetapi ia menegaskan filosofi permainan Garuda tidak akan berubah menjelang laga krusial melawan Singapura.

John Herdman mulai mengevaluasi penampilan Timnas Indonesia setelah kalah 0-3 dari Vietnam pada laga ketiga Grup A ASEAN Championship 2026. Pelatih asal Inggris itu menilai kelemahan terbesar Skuad Garuda terletak pada organisasi pertahanan saat kehilangan bola.

Indonesia tampil berani dengan memainkan sepak bola menyerang sejak awal pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Namun, strategi tersebut justru memberi ruang bagi Vietnam untuk memanfaatkan transisi cepat dan mencetak tiga gol.

Meski mengakui pendekatan timnya memiliki risiko, Herdman memastikan Timnas Indonesia tidak akan meninggalkan identitas permainan menyerang yang selama ini ingin dibangun.

"Kami ingin menjadi tim yang menyerang. Kami tidak ingin hanya bertahan di area sendiri lalu mengandalkan serangan balik. Cara bermain seperti itu membutuhkan keberanian, tetapi juga memiliki risiko," ujar Herdman.

Menurut mantan pelatih Kanada itu, pekerjaan rumah terbesar tim saat ini adalah memperbaiki keseimbangan permainan ketika kehilangan penguasaan bola. Ia menilai organisasi pertahanan dan transisi bertahan harus segera dibenahi sebelum menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A.

"Kami harus belajar kapan harus menjaga keseimbangan pertahanan dan membuat transisi bertahan yang lebih tertata. Itulah kuncinya. Perbaikan itu akan kami bawa ke pertandingan melawan Singapura," katanya.

Meski hasil di lapangan jauh dari harapan, Herdman melihat proses perkembangan tim masih berjalan sesuai rencana. Ia menilai filosofi bermain menyerang tetap penting untuk membentuk karakter Timnas Indonesia dalam jangka panjang.

"Kami ingin menunjukkan kepada para pendukung bahwa kami adalah tim yang menyerang, menekan lawan, dan membangun serangan dari belakang. Saya pikir itu sangat penting bagi evolusi tim ini," ucapnya.

Herdman juga mengingatkan bahwa skuad yang saat ini dimiliki masih berada dalam tahap pembentukan. Pertandingan melawan Vietnam merupakan salah satu laga resmi pertama dengan komposisi pemain tersebut di bawah arahannya, sehingga masih banyak aspek yang perlu disempurnakan.

Karena itu, ia meminta seluruh pemain segera bangkit dan tidak terus larut dalam kekecewaan. Herdman menegaskan Timnas Indonesia harus menjadikan kekalahan dari Vietnam sebagai pelajaran penting sebelum menjalani laga hidup mati melawan Singapura.

"Kami harus menerima kekalahan ini. Kami tidak boleh membuang muka. Kami harus mengakui kesalahan, belajar darinya, dan tetap bersatu karena masih ada pertandingan besar yang menanti," tegas Herdman.

Artikel Tag: Vietnam, Timnas Indonesia, John Herdman, ASEAN Championship

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru