Kanal

Pernah Menyesal, Maverick Vinales Yakin Tinggalkan Yamaha Keputusan Tepat

Penulis: Abdi Ardiansyah
10 Mar 2026, 11:31 WIB

Maverick Vinales

Berita MotoGP : Maverick Vinales mengungkap cerita di balik keputusannya meninggalkan Yamaha pada 2021. Meski sempat menyesal, pembalap Spanyol itu kini menilai langkah tersebut justru tepat bagi kariernya.

Pembalap MotoGP asal Spanyol, Maverick Vinales, mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyesal setelah memutuskan meninggalkan Yamaha pada 2021. Namun seiring berjalannya waktu, ia menilai keputusan tersebut justru menjadi langkah yang tepat dalam perjalanan kariernya.

Vinales menghabiskan salah satu periode terbaiknya di MotoGP bersama Yamaha pada akhir dekade lalu. Bersama tim pabrikan asal Jepang itu, ia meraih delapan dari total sepuluh kemenangan di kelas utama antara musim 2017 hingga 2021.

Namun hubungan antara Vinales dan Yamaha berakhir secara mendadak setelah kontraknya dihentikan lebih cepat. Ia kemudian melanjutkan karier bersama Aprilia sebelum akhirnya bergabung dengan KTM.

Dalam wawancara dengan GPOne, Vinales mengakui bahwa keputusan meninggalkan Yamaha sempat membuatnya ragu. Ia bahkan menyebut ada tawaran kontrak bernilai besar yang akhirnya tidak ia ambil.

"Ketika saya meninggalkan Yamaha, saya sempat menyesal," ujar Vinales.

"Itu kontrak dengan nilai yang besar. Tetapi sekarang saya merasa beruntung dan tidak mengeluh."

Meski demikian, dari sisi performa olahraga, Vinales merasa langkah tersebut ternyata menguntungkan. Ia menilai perkembangan motor Aprilia pada saat itu membuatnya mampu tampil lebih kompetitif dibandingkan jika tetap bertahan di Yamaha yang saat ini tengah mengalami banyak kendala dalam hal performa motor.

"Dalam hal olahraga, itu mungkin keputusan yang tepat. Saat itu Aprilia sedang berkembang dan pada 2023 sampai 2024 saya mungkin tidak akan secepat itu jika tetap bersama Yamaha," jelasnya.

Vinales menegaskan bahwa perpisahannya dengan Aprilia juga terjadi secara profesional tanpa penyesalan berarti. Menurutnya, setiap keputusan dalam karier pembalap sering kali harus diambil tanpa mengetahui bagaimana masa depan akan berkembang.

Pembalap berjuluk Top Gun itu juga menceritakan tantangan yang dihadapinya ketika pertama kali bergabung dengan KTM. Musim debutnya bersama pabrikan Austria sempat terganggu oleh beberapa cedera serta masalah teknis pada motor RC16.

"Tahun lalu cukup sulit. Kami mengalami beberapa masalah dan banyak hal yang tidak kami ketahui sebelumnya," katanya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Vinales menegaskan bahwa ia tidak menyesali keputusan berpindah tim dalam kariernya.

Saat ini, ia bahkan disebut akan menjadi bagian penting dalam proyek KTM pada musim MotoGP 2027. Maverick Vinales diperkirakan akan memimpin tim pabrikan tersebut, kemungkinan berduet dengan Alex Marquez.

Perubahan besar dalam regulasi MotoGP yang akan berlaku mulai 2027 juga diprediksi akan mengubah peta persaingan di kelas utama, membuka peluang baru bagi tim dan pembalap untuk bersaing di papan atas.

Artikel Tag: Maverick Vinales, yamaha, ktm, MotoGP 2026

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru