Perasaan Campur Aduk Romeo Lavia Usai Chelsea Gugur dari Carabao Cup
Romeo Lavia membeberkan perasaannya yang campur aduk setelah Chelsea disingkirkan Liverpool lewat adu penalti. (Foto: Darren Walsh/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Gelandang bertahan Chelsea, Romeo Lavia, mengungkapkan perasaan campur aduk yang dialaminya seusai timnya dipastikan gugur dari putaran keempat Carabao Cup akibat kalah adu penalti dari Liverpool pada Kamis (29/10) dini hari WIB.
Pertandingan sengit yang berlangsung di Anfield tersebut berakhir imbang 1-1 sepanjang 90 menit. Eksekusi penalti Morgan Rogers untuk Chelsea dan Cody Gakpo untuk Liverpool memaksa penentuan pemenang dilakukan lewat drama adu penalti. Lavia sebenarnya tampil sangat solid di jantung lini tengah dan sukses menjalankan tugasnya dengan dingin saat mengeksekusi penalti.
Sayangnya, Chelsea harus menyerah 6-5 dalam drama adu penalti tersebut, yang sekaligus mengandaskan harapan The Blues untuk merengkuh trofi pertama yang tersedia pada musim ini. Perasaan utama yang dirasakan gelandang asal Belgia tersebut adalah rasa frustrasi atas hasil akhir, tetapi ia juga menyadari ada banyak hal positif yang bisa dipetik untuk melangkah ke depan, terutama menjelang laga krusial menghadapi Manchester United.
"Rasa kecewa adalah hal pertama yang dirasakan karena kami adalah tim yang kompetitif, jadi kami ingin melangkah sejauh mungkin di setiap kompetisi yang kami ikuti. Mencapai babak final adalah standar yang kami inginkan untuk tim dan klub ini, jadi hasil ini sangat mengecewakan," ujar Romeo Lavia saat mengevaluasi pertandingan.
"Namun ini masih awal musim dan saya pikir kami perlu mengambil banyak hal positif yang terjadi dalam pertandingan. Pesannya adalah bermain dengan keberanian, kepribadian, dan karakter. Kami pasti melakukan hal tersebut. Semangat tim sangat bagus. Kami semua berjuang untuk satu sama lain, jadi itu jelas hal-hal baik yang bisa kami ambil dari pertandingan ini," lanjutnya.
Lavia juga menambahkan bahwa kedua tim sama-sama memiliki momen berharga di lapangan, tetapi Chelsea dinilai berhasil mengelola situasi dengan sangat baik saat berada di bawah tekanan tinggi. Kendati tidak bisa dikatakan puas karena gagal melangkah ke babak berikutnya, ia mengaku tetap bangga atas kerja keras dan perjuangan pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh rekan setimnya sepanjang laga.
Sikap pantang menyerah dan solidaritas tim tersebut dipandang sebagai pilar penting bagi skuad asuhan Xabi Alonso dalam mengarungi sisa kompetisi musim ini. Dengan jadwal padat yang sudah menanti, Lavia mendesak timnya untuk segera mengalihkan fokus penuh demi mengamankan poin maksimal pada laga kandang menjamu Manchester United di Stamford Bridge.
Artikel Tag: Liverpool, Chelsea, Carabao Cup, Romeo Lavia