Kanal

Penonton US Open Cemooh Denis Shapovalov Usai Ia Keluhkan Ben Shelton

Penulis: Dian Megane
05 Sep 2026, 21:22 WIB

Denis Shapovalov [image: USTA]

Berita Tenis: Jika Denis Shapovalov tengah bertanding, biasanya selalu ada drama yang membuat penonton penasaran akan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Masih ingat Davis Cup musim 2017? Petenis berkebangsaan Kanada sempat memukul wasit kursi dengan bola tenis, sebuah insiden yang berujung pada diskualifikasi dan menjadi salah satu momen paling aneh dalam kariernya. Ya, situasi bisa memanas dengan cepat.

Namun di US Open musim 2026, ia kembali menjadi sorotan. Kali ini, keluhannya kepada wasit saat bertanding melawan petenis tuan rumah, Ben Shelton memicu sorakan cemoohan dari penonton di Arthur Ashe Stadium.

Insiden tersebut terjadi di game ketiga set keempat, saat ia tengah melakukan servis. Setelah reli berakhir akibat pukulan petenis berkebangsaan Kanada membentur net, ia menghampiri wasit kursi untuk menyampaikan keluhan terkait suara erangan Shelton.

“Saya bisa memaklumi suara erangan itu, tetapi bunyinya berbeda-beda di setiap pukulan. Tunggu dulu, tunggu, saat ia melakukan servis, ia sama sekali tidak mengerang. Itu tidak konsisten,” ujar Shapovalov kepada wasit. “Maksud saya, seorang petenis seharusnya konsisten, kan?”

Hal yang menarik, Shelton mengeluarkan dua jenis suara (geraman) saat melakukan dua pukulan berbeda dalam reli tersebut. Hal tersebut mendorong petenis berkebangsaan Kanada untuk menyampaikan keberatannya, yang kemudian memicu sorakan cemoohan keras dari penonton yang memihak petenis tuan rumah.

Namun menurut aturan, pola suara yang berubah-ubah hanya dikenai penalti jika petenis melakukannya secara sengaja pada pukulan-pukulan krusial, kemudian tetap diam selama sisa reli. Selain itu, berdasarkan pedoman resmi, wasit dapat menjatuhkan penalti kepada petenis jika suara yang disengaja atau terus-menerus dianggap mengganggu kemampuan lawan dalam melakukan pukulan.

Bagian yang sulit adalah menentukan di mana suara erangan alami berakhir dan gangguan yang tidak adil dimulai. Karena suara erangan sering kali berkaitan dengan embusan napas yang terjadi saat memukul bola, penentuan batas tersebut sebagian besar diserahkan pada penilaian wasit.

Dalam kasus Shelton, ia mengeluarkan suara erangan pada setiap pukulan dan tidak ada satu pun suara erangannya yang berlanjut saat Shapovalov sedang melakukan pukulan, itulah sebabnya wasit tidak memberikan peringatan gangguan kepada petenis tuan rumah.

Terkait petenis berkebangsaan Kanada, ia sebelumnya pernah dijatuhi sanksi akibat pelanggaran serius di lapangan, salah satu insiden paling mencolok terjadi saat ia menghadapi lawan yang sama, Shelton. Dalam perempatfinal di Washington musim 2024, ia terlibat adu mulut dengan penonton yang melontarkan ejekan dan akhirnya didiskualifikasi karena melontarkan kata-kata kasar saat melakukan servis dalam situasi match point.

Setelah itu, terjadi diskusi panjang yang melibatkan petenis berkebangsaan Kanada, wasit utama, petenis AS, dan supervisor. Wasit utama menjelaskan bahwa petenis berkebangsaan Kanada mengaku telah diprovokasi oleh seorang penonton, meskipun ia tidak yakin apa sebenarnya yang dikatakan.

"Saya mendengarnya," tegas Shelton. Wasit utama kemudian menyampaikan tanggapan Shapovalov kepada supervisor.

Ia juga sempat membanting raketnya ke lapangan setelah pukulan backhand-nya membentur net, yang berujung pada pelanggaran aturan terkait sikap tidak sportif. Seorang pengawas ATP kemudian dipanggil untuk turun ke lapangan.

Namun, pengawas pertandingan tidak sependapat. Meskipun pertandingan sedang berada di tahap krusial — dengan Shapovalov menghadapi tiga peluang match point — keputusan tersebut tetap berlaku, dan Shelton dinyatakan sebagai pemenang setelah petenis berkebangsaan Kanada didiskualifikasi.

Terkait pertemuan mereka yang baru saja usai di US Open, keluhan Shapovalov tidak banyak memengaruhi jalannya pertandingan, Shelton berhasil meraih kemenangan dengan empat set meskipun sempat mengawali laga dengan buruk.

Artikel Tag: US Open, Denis Shapovalov, Ben Shelton

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru