Penilaian Pemain: Galatasaray 5
Penilaian Pemain: Galatasaray 5 - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia — Malam kelam menyelimuti Juventus di Istanbul setelah mereka digasak Galatasaray dengan skor mencolok 5-2 pada leg pertama babak play-off Liga Champions 2025/26. Pertahanan rapuh dan performa individu yang merosot membuat Bianconeri gagal tampil solid di hadapan publik Ali Sami Yen Spor Kompleksi.
Penjaga gawang Michele Di Gregorio tampil tak meyakinkan sepanjang laga. Meski sempat menggagalkan beberapa peluang, dirinya kerap terlihat gugup terutama saat menghadapi bola mati. Itu membuat para pemain Galatasaray seolah dengan mudah menembus benteng pertahanan Juventus.
Di lini belakang, Pierre Kalulu sempat menjadi sosok penting dalam gol penyeimbang Teun Koopmeiners dengan aksinya memaksa kiper tuan rumah menepis bola sebelum disambar rekan setimnya. Namun kehilangan Gleison Bremer di pertengahan babak pertama akibat cedera mengubah segalanya. Juventus mulai goyah begitu bek asal Brasil itu meninggalkan lapangan, dan penggantinya, Federico Gatti, gagal menjaga stabilitas, tampil di bawah ekspektasi.
Lini pertahanan pun kian goyah. Lloyd Kelly yang sempat tampil solid di awal laga kehilangan konsentrasi setelah jeda. Kesalahannya di kotak penalti berujung pada gol keempat Galatasaray, dan ia kembali kalah duel udara pada gol kelima lawan yang menutup penderitaan tim tamu.
Kontribusi Andrea Cambiaso di sisi sayap sempat memberi harapan, terutama ketika umpan silangnya melahirkan momen penting dalam gol penyama kedudukan. Namun kartu kuning di babak pertama membuatnya absen di leg kedua. Penggantinya, Cabal, justru tampil merusak ritme permainan: salah posisi dalam proses gol penyeimbang Galatasaray, kemudian menyebabkan tendangan bebas yang berakhir gol ketiga tuan rumah, bahkan menerima dua kartu kuning dalam 20 menit.
Satu-satunya sorotan positif datang dari Teun Koopmeiners. Gelandang asal Belanda itu akhirnya menunjukkan kualitas yang membuat Juventus mengeluarkan dana besar untuk merekrutnya. Setelah paceklik gol sepanjang musim, Koopmeiners justru menghidupkan asa tim lewat kerja keras dan penyelesaian fantastis.
Namun secara keseluruhan, performa ini menjadi alarm keras bagi skuat asuhan—yang kehilangan disiplin dan konsentrasi begitu keadaan berbalik. Kekalahan 5-2 berarti misi berat menanti mereka di Turin pekan depan jika ingin menjaga asa melangkah ke babak berikutnya Liga Champions.
Artikel Tag: Juventus, Galatasaray, Teun Koopmeiners