Pelatih Hubert Davis Jawab Kritik Usai UNC Tersingkir dari Turnamen NCAA
Hubert Davis memberikan jawaban singkat saat ditanya soal keputusan memakai rotasi enam pemain pendek pada fase akhir laga. (Foto: AP)
Pelatih North Carolina, Hubert Davis, membela sejumlah keputusannya setelah timnya kembali tersingkir lebih awal dari turnamen NCAA.
Tar Heels kalah 78-82 dari VCU lewat babak overtime di Greenville, South Carolina, Kamis (19/3) waktu setempat.
North Carolina sebenarnya berada di atas angin setelah sempat memimpin 19 poin.
Namun, keunggulan besar itu perlahan menguap ketika VCU bangkit pada empat menit terakhir waktu normal dan akhirnya membalikkan keadaan.
Kekalahan tersebut membuat Tar Heels tersingkir pada laga pertama turnamen untuk musim kedua berturut-turut.
Seusai pertandingan, Hubert Davis memberikan jawaban singkat saat ditanya soal keputusan memakai rotasi pendek enam pemain pada fase akhir laga.
Ia menegaskan pilihan tersebut merupakan keputusannya sebagai pelatih.
Hubert Davis juga menolak anggapan bahwa para pemainnya mengalami kelelahan, meski dari kubu lawan kondisi itu dinilai cukup terlihat.
Pelatih VCU, Phil Martelli Jr., mengaku telah meminta timnya terus menjaga energi karena melihat para pemain North Carolina mulai kehabisan tenaga.
Situasi itu kemudian dimanfaatkan VCU untuk menekan hingga memicu perubahan momentum.
North Carolina semakin tertekan setelah forward mereka, Henri Veesaar, yang sepanjang laga sempat terlibat adu psikologis dengan pemain VCU, gagal memberi respons pada momen-momen krusial.
Lazar Djokovic, pemain VCU yang menjadi sasaran provokasi Veesaar, justru mencetak dua tembakan tiga angka beruntun yang menjadi awal kebangkitan timnya.
Djokovic mengatakan rentetan tembakan tersebut membuat VCU semakin percaya diri.
Menurut dia, timnya bisa melihat perubahan ekspresi para pemain North Carolina dan merasa peluang untuk membalikkan laga semakin terbuka.
Secara statistik, North Carolina tampil buruk pada fase penentuan. Setelah unggul 19 poin, Tar Heels hanya memasukkan tujuh dari 25 percobaan tembakan.
Mereka juga gagal memaksimalkan delapan lemparan bebas, termasuk tiga pada babak tambahan.
North Carolina bahkan menutup pertandingan dengan sembilan tembakan terakhir yang seluruhnya meleset.
Seth Trimble, yang bermain selama 43 menit dan mencetak 15 poin, mengakui kelelahan memang muncul dalam pertandingan.
Namun ia menilai kondisi itu bukan faktor utama karena timnya beberapa kali menghadapi situasi serupa sepanjang musim.
Menurut data ESPN Insights, keunggulan 19 poin yang gagal dipertahankan North Carolina menjadi salah satu kolaps terbesar di turnamen NCAA sejak 2018.
Ini juga sekaligus menyamai salah satu kejatuhan terbesar pada babak 64 besar sejak format turnamen diperluas pada 1985.
Meski begitu, Hubert Davis belum ingin membahas perubahan besar untuk masa depan program.
Ia mengaku masih sangat terpukul karena perjalanan timnya harus berakhir lebih cepat dan berharap para pemainnya sebenarnya layak melangkah lebih jauh.
Artikel Tag: NCAA