Paolo Di Canio Kritik Tajam: AC Milan Kehilangan Identitas dan Karakter
Paolo Di Canio Kritik Tajam: AC Milan Kehilangan Identitas dan Karakter - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Milan kembali menjadi sorotan setelah kekalahan kedua berturut-turut dalam ajang Serie A melawan Atalanta. Kekalahan ini membuat Juventus melampaui mereka di posisi ketiga, sementara Roma semakin mendekat di posisi keempat.
Meskipun nasib Rossoneri masih berada di tangan mereka sendiri dengan dua kemenangan di laga tersisa yang dapat memastikan tiket Liga Champions, performa mereka belakangan ini sangat mengkhawatirkan. Dari tujuh pertandingan terakhir di liga, Milan hanya berhasil menang sekali dan mengalami tiga kekalahan dari lima pertandingan terakhir. Dalam laga terakhir, mereka tertinggal 3-0 di kandang sebelum akhirnya mencetak dua gol di menit-menit akhir.
Paolo Di Canio, mantan bintang Serie A dan West Ham, tidak segan-segan mengkritik performa Milan. Menurutnya, para pemain Milan menunjukkan ‘kurangnya kepribadian’ dan tidak memiliki keberanian yang dibutuhkan untuk mengenakan seragam klub yang begitu berat. "Identitas nol, kepribadian nol, dan antusiasme nol. Itu sangat jelas terlihat, meskipun ada upaya," ujar Di Canio.
Menurut Di Canio, tidak ada pemain yang benar-benar tampil berani dan bertanggung jawab pada pertandingan tersebut. Bahkan, beberapa pemain tampak tidak layak untuk berlaga di Liga Champions. Meskipun para pemain pengganti tampil baik, Di Canio berpendapat bahwa mereka tampil tanpa beban karena sudah tertinggal jauh. "Jika mereka bermain seperti itu sepanjang musim, Milan akan menyelesaikan masalah mereka," tambahnya.
Legenda Milan, Alessandro Costacurta, juga memberikan pandangannya. Menurutnya, masalah Milan bukan hanya pada babak pertama pertandingan, tetapi juga terlihat pada laga-laga sebelumnya melawan Udinese, Juventus, dan Sassuolo. "Mereka kehilangan kejernihan mental dan kelelahan di bagian krusial musim ini," kata Costacurta. Dengan dukungan 70,000 penggemar di San Siro, para pemain diharapkan bisa mengatasi tekanan dan mengembalikan performa terbaik mereka.
Artikel Tag: Paolo di Canio