Oliver Glasner Murka, Klaim Ditinggalkan Manajemen Palace Usai Guehi Pergi
Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner. (Foto: Stu Forster/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Oliver Glasner melancarkan kritik keras kepada jajaran manajemen Crystal Palace dengan mengungkapkan perasaannya yang merasa “ditinggalkan sepenuhnya” menyusul kepergian mendadak sang kapten, Marc Guehi. Situasi tersebut memperparah pekan kelam yang tengah dialami The Eagles.
Crystal Palace kembali menelan kekalahan pada Sabtu (17/1/2026) di Stadium of Light setelah takluk 1-2 dari Sunderland. Hasil tersebut datang hanya beberapa hari setelah mereka tersingkir secara mengejutkan dari Piala FA usai kalah dari klub non-liga, Macclesfield. Kekalahan itu bahkan disebut sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah panjang kompetisi tersebut.
Di tengah tekanan hasil buruk, Oliver Glasner mengonfirmasi pada Jumat bahwa dirinya akan meninggalkan Crystal Palace di akhir musim. Pada saat yang sama, ia juga mengungkapkan bahwa Marc Guehi semakin dekat untuk bergabung dengan Manchester City, sebuah keputusan yang membuatnya geram.
“Saya merasa kami benar-benar ditinggalkan sepenuhnya,” kata Glasner kepada BBC Match of the Day. “Saya tidak bisa menyalahkan para pemain. Mereka sudah melakukan semua yang mereka bisa dan situasi ini sudah berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.”
Pelatih asal Austria itu menegaskan bahwa kondisi skuad Palace saat ini sangat memprihatinkan, dengan keterbatasan jumlah pemain yang siap tampil. “Kami hanya memiliki 12 atau 13 pemain dari skuad yang tersedia dan kami merasa tidak mendapat dukungan apa pun,” lanjutnya.
Kemarahan Glasner semakin memuncak ketika membahas waktu penjualan Guehi yang dinilainya sangat tidak masuk akal. “Hal terburuk adalah menjual kapten kami satu hari sebelum memainkan pertandingan Premier League,” tegasnya.
Dalam wawancara terpisah dengan Sky Sports, Glasner mengungkap kronologi bagaimana dirinya mengetahui kabar tersebut secara mendadak. “Saya mendengar kemarin pukul 10.30 pagi bahwa kami akan menjual Marc. Lalu kami harus menghadapinya begitu saja,” ujarnya. “Tidak ada tim yang akan melakukan hal seperti ini.”
Ketika ditanya apakah ia akan tetap menuntaskan musim bersama Crystal Palace, Glasner memberikan jawaban yang sarat ketidakpastian. “Saya tidak tahu,” ucapnya singkat. “Kami akan tetap bersama. Saya tidak akan pernah mundur. Akan sangat membantu jika kami mendapat sedikit dukungan.”
Pernyataan keras Glasner memperlihatkan adanya retakan serius antara ruang ganti dan manajemen Crystal Palace. Dengan hasil buruk di lapangan, keterbatasan skuad, serta rencana kepergian sang pelatih dan kapten tim, masa depan The Eagles kini berada dalam situasi yang penuh ketidakjelasan.
Artikel Tag: Oliver Glasner, Crystal Palace