Oleksandr Usyk Cari Tantangan Baru Meski Mendominasi Tinju Kelas Berat
Oleksandr Usyk mengatakan dirinya kini bertarung bukan karena kewajiban, melainkan karena memang masih ingin melakukannya. (Foto: Fight TV)
Petinju Ukraina Oleksandr Usyk dinilai sudah mengamankan statusnya sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa.
Namun, di usia 39 tahun dan setelah menorehkan berbagai prestasi besar, Usyk ternyata belum memiliki keinginan untuk meninggalkan ring.
Usyk akan kembali bertarung pada Sabtu (23/5) mendatang saat menghadapi kickboxer asal Belanda Rico Verhoeven dalam laga ekshibisi di kawasan Piramida Giza, Mesir.
Duel tersebut menjadi sorotan karena mempertemukan juara dunia tinju kelas berat dengan salah satu legenda kickboxing dunia.
Petinju dengan rekor 24 kemenangan tanpa kalah itu mengatakan dirinya kini bertarung bukan karena kewajiban, melainkan karena memang masih ingin melakukannya.
“Untuk pertama kalinya, saya melakukan apa yang benar-benar ingin saya lakukan, bukan apa yang harus saya lakukan atau yang diharapkan orang lain,” kata Usyk kepada ESPN.
Nama Oleksandr Usyk semakin kokoh di puncak dunia tinju setelah mengalahkan sejumlah petinju elite kelas berat seperti Tyson Fury, Anthony Joshua, dan Daniel Dubois dalam beberapa tahun terakhir.
Ia juga menjadi petinju pria pertama di era empat sabuk yang tiga kali menyandang status juara dunia tak terbantahkan.
Prestasi tersebut melengkapi perjalanan panjang Usyk sejak meraih medali emas Olimpiade 2012 dan mencatat rekor amatir 335 kemenangan dan 15 kekalahan.
Meski demikian, Usyk belum merasa waktunya pensiun sudah tiba. Ia mengakui tubuh atlet memiliki batas, tetapi merasa masih mampu bersaing di level tertinggi.
“Saya bertarung karena saya ingin bertarung dan saya akan berhenti ketika saya ingin berhenti,” ujar Usyk.
Keputusan Usyk menghadapi petarung non-tinju bukan hal baru dalam olahraga ini.
Sebelumnya, Floyd Mayweather Jr. pernah menghadapi bintang MMA Conor McGregor pada 2017. Fury dan Joshua juga sempat melawan mantan juara UFC Francis Ngannou.
Namun, berbeda dengan nama-nama tersebut, Oleksandr Usyk masih berada di puncak performa saat menjalani laga hiburan semacam ini.
Sejumlah pengamat menilai belum ada penantang yang benar-benar mampu mengancam dominasinya di kelas berat.
Mantan juara dunia Chris Algieri menyebut kekuatan terbesar Usyk terletak pada mentalitasnya.
Menurut dia, Usyk selalu mampu menemukan cara untuk menang bahkan dalam situasi sulit.
“Di level tertinggi, semua petinju kuat dan cepat. Yang membedakan adalah psikologi, dan Usyk memiliki mental terbaik yang pernah saya lihat di kelas berat dalam waktu lama,” kata Algieri.
Meski begitu, banyak pihak tetap mengingatkan soal faktor usia. Dunia tinju memiliki sejarah panjang petinju besar yang terlambat pensiun dan akhirnya merusak warisan mereka sendiri.
Legenda pelatih tinju Teddy Atlas berharap Usyk tidak mengalami nasib serupa seperti Muhammad Ali atau Joe Louis yang terus bertarung melewati masa terbaik mereka.
Namun bagi Oleksandr Usyk, masa pensiun belum menjadi fokus utama.
Ia menegaskan masih ingin menikmati setiap pertarungan yang dijalaninya dan akan menentukan masa depannya setelah laga di Mesir selesai.
Artikel Tag: oleksandr usyk