Pelatih Pastikan Lindsey Vonn Siap Berlomba di Olimpiade Meski Cedera Lutut
Lindsey Vonn menunjukkan perkembangan positif dan tidak mengalami rasa sakit saat berlatih. (Foto: AP)
Legenda ski Amerika Serikat, Lindsey Vonn, tetap optimistis bisa tampil pada nomor downhill Olimpiade Musim Dingin Milan–Cortina akhir pekan ini meskipun mengalami cedera serius pada lutut kirinya.
Pelatih kepala Vonn, Chris Knight, mengatakan kondisi atlet berusia 41 tahun itu menunjukkan perkembangan positif dan tidak mengalami rasa sakit saat berlatih.
Beberapa hari sebelumnya, Vonn masih harus menggunakan tongkat penyangga untuk berjalan.
Namun kini ia sudah kembali menjalani berbagai latihan fisik intensif, termasuk box jump, latihan di kolam renang dengan rompi berbobot, serta latihan ski berkecepatan tinggi.
Menurut Knight, hasil pemantauan menunjukkan tidak ada pembengkakan maupun nyeri pada lutut Vonn setelah menjalani latihan tersebut.
Lindsey Vonn mengalami robekan ligamen anterior (ACL) di lutut kiri setelah kehilangan kendali saat mendarat dari lompatan dalam lomba di Crans-Montana, Swiss, pekan lalu.
Selain itu, ia juga mengalami memar tulang dan kerusakan meniskus, meski tim medis belum memastikan apakah cedera meniskus tersebut berasal dari insiden terbaru atau dari riwayat cedera panjang sepanjang kariernya.
Meski operasi belum dipertimbangkan, Vonn dan tim medisnya terus memantau perkembangan kondisi lututnya setiap hari.
Ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah Olimpiade, sambil memastikan setiap keputusan diambil secara aman dan terukur bersama dokter serta fisioterapis.
Persiapan Vonn mendapat sedikit bantuan ketika sesi latihan downhill putri pertama dibatalkan akibat hujan salju lebat di lintasan Olympia delle Tofane di Cortina d’Ampezzo. Penundaan ini memberi waktu tambahan bagi proses pemulihan Vonn.
Namun, sesuai aturan, ia tetap harus mengikuti setidaknya satu sesi latihan resmi sebelum dapat turun berlomba pada hari Minggu.
Cortina sendiri merupakan tempat yang sangat familiar bagi Vonn. Ia memegang rekor 12 kemenangan Piala Dunia di lokasi tersebut dan telah berlomba di sana selama hampir 25 tahun.
Pengalaman kembali dari cedera besar sebelumnya membuat timnya percaya diri menghadapi situasi ini.
Motivasi Lindsey Vonn juga datang dari keinginan untuk menghormati mendiang ibunya, Lindy, yang meninggal pada 2022, serta pelatih masa kecilnya, Erich Sailer.
Dukungan emosional itu menjadi dorongan tambahan bagi Vonn untuk kembali tampil di panggung Olimpiade.
Artikel Tag: Lindsey Vonn, Olimpiade Musim Dingin