Mikhail Arkhangelskiy Ubah 22,91 Detik Menjadi Sejarah Baru Bahrain
Kemenangan Mikhail Arkhangelskiy tersebut juga menjadi medali pertama Bahrain di cabang renang sepanjang sejarah keikutsertaannya di Asian Games. (Foto: Xinhua)
Hanya 22,91 detik dibutuhkan Mikhail Arkhangelskiy untuk meraih emas 50 meter gaya kupu-kupu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Namun, perjalanan perenang Bahrain berusia 21 tahun itu menuju podium membutuhkan waktu jauh lebih panjang.
Sehari setelah kemenangannya, Arkhangelskiy mengatakan kepada Xinhua dalam wawancara eksklusif bahwa momen tersebut akan selalu dikenangnya.
Kemenangan itu sekaligus menjadi emas pertama Bahrain Aquatics dalam sejarah Asian Games.
“Meraih emas di Asian Games adalah perasaan yang luar biasa dan momen yang akan saya kenang selamanya. Menorehkan sejarah dengan meraih medali emas pertama Bahrain Aquatics di Asian Games membuat pencapaian ini semakin bermakna,” kata Arkhangelskiy.
Mikhail Arkhangelskiy memenangi final pada Kamis (24/9) dengan catatan 22,91 detik, menyamai rekor Asia miliknya.
Perenang Jepang Shoon Mitsunaga meraih perak dengan 23,06 detik, sedangkan Wang Changhao dari China merebut perunggu dalam 23,25 detik.
Kemenangan tersebut juga menjadi medali pertama Bahrain di cabang renang sepanjang sejarah keikutsertaannya di Asian Games.
Jalan Mikhail Arkhangelskiy menuju podium tidak sederhana. Reuters melaporkan, ia telah tinggal di Prancis selama sekitar 16 tahun setelah keluarganya meninggalkan Rusia.
Namun, ia tidak dapat mewakili Prancis di ajang internasional karena bukan warga negara Prancis.
Bahrain kemudian menjadi rumahnya di dunia olahraga internasional. Menurut Arkhangelskiy, negara tersebut memberikan dukungan kuat untuk latihan dan keikutsertaannya dalam kompetisi.
Meski demikian, ia menilai pencapaian tersebut bukan perubahan mendadak, melainkan hasil kerja keras selama bertahun-tahun.
“Tonggak sejarah ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Dalam nomor sprint 50 meter, kesalahan sekecil apa pun sulit diperbaiki karena start, fase bawah air, keluar dari air, ritme kayuhan, hingga sentuhan akhir berlangsung dalam waktu kurang dari 23 detik.
Arkhangelskiy mengatakan hal terpenting baginya justru terjadi setelah menyentuh dinding finis.
“Berdiri di podium teratas ketika lagu kebangsaan Bahrain dimainkan dan bendera kami dikibarkan merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Momen itu memenuhi saya dengan kebanggaan yang luar biasa,” katanya.
Ia mengapresiasi para pelatih, rekan setim, Bahrain Aquatics, dan Komite Olimpiade Bahrain yang mendukung perjalanannya.
Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Bahrain Faris Mustafa Alkooheji menyebut kemenangan tersebut sebagai momen membanggakan, sementara Bahrain Aquatics menilainya sebagai momen yang benar-benar bersejarah.
Arkhangelskiy berharap pencapaiannya menginspirasi generasi berikutnya.
“Saya berharap pencapaian ini menginspirasi generasi perenang Bahrain berikutnya untuk percaya pada potensi mereka, tetap berkomitmen pada tujuan dan berani bermimpi besar,” ujarnya.
Bagi Arkhangelskiy, 22,91 detik menghasilkan emas. Bagi Bahrain, catatan itu membuka babak baru dalam sejarah renang negara tersebut di Asian Games.
Artikel Tag: Asian Games, renang