Kanal

Mike Tomlin Mundur dari Steelers, Akhiri Era 19 Tahun Tanpa Musim Kalah

Penulis: Hanif Rusli
15 Jan 2026, 04:29 WIB

Mike Tomlin, yang kini berusia 53 tahun, menyebut keputusan itu diambil setelah melalui banyak pertimbangan dan refleksi. (Foto: AP)

Mike Tomlin resmi mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Pittsburgh Steelers.

Ia menutup masa bakti luar biasa selama 19 tahun yang ditandai dengan satu pencapaian langka: tidak pernah sekalipun mencatatkan musim dengan rekor kalah.

Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa (13/1), sehari setelah Steelers tersingkir dari playoff NFL usai kalah telak 30-6 dari Houston Texans di babak wild-card AFC.

Mike Tomlin, yang kini berusia 53 tahun, menyebut keputusan itu diambil setelah melalui banyak pertimbangan dan refleksi.

Dalam pernyataan resminya, ia mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada keluarga Rooney, para pemain, staf pelatih, serta pendukung setia Steelers Nation.

 Ia menegaskan bahwa melatih di Pittsburgh adalah kehormatan besar yang akan selalu ia banggakan.

Selama hampir dua dekade memimpin Steelers sejak 2007, Tomlin membangun reputasi sebagai salah satu pelatih paling konsisten dalam sejarah NFL.

Ia membawa Pittsburgh meraih gelar Super Bowl XLIII, dua gelar juara konferensi, tujuh gelar divisi, serta 13 kali lolos ke playoff.

Ia juga mencatatkan 200 kemenangan karier NFL dan menyamai legenda Chuck Noll dalam daftar kemenangan musim reguler terbanyak franchise.

Namun, di balik konsistensi musim reguler tersebut, perjalanan Mike Tomlin juga diwarnai kekecewaan di fase playoff.

Dalam sembilan musim terakhir, Steelers gagal meraih satu pun kemenangan postseason.

Rekor sembilan musim beruntun tanpa kemenangan playoff menjadi yang terpanjang dalam sejarah klub di era Super Bowl, termasuk lima kekalahan playoff berturut-turut dengan selisih dua digit poin.

Musim 2025 menjadi gambaran dari masa kepemimpinan Mike Tomlin: penuh pasang surut.

Steelers sempat tampil menjanjikan usai mendatangkan nama-nama besar seperti Aaron Rodgers, DK Metcalf, dan Jalen Ramsey, namun inkonsistensi performa serta kekalahan besar memicu kekecewaan suporter.

Bahkan, laga kandang terakhir diwarnai sorakan dan chant “Fire Tomlin” dari tribun.

Meski demikian, banyak pemain tetap memberikan dukungan penuh.

Aaron Rodgers dan kapten bertahan Cameron Heyward menegaskan bahwa Tomlin adalah sosok pemimpin yang dihormati, berdedikasi, dan telah memberikan segalanya untuk organisasi.

Dengan pengunduran diri Tomlin, Steelers kini akan memulai pencarian pelatih kepala baru—baru yang keempat sejak 1969.

Sebuah era berakhir di Pittsburgh, meninggalkan warisan stabilitas, ketegasan, dan standar tinggi yang mungkin sulit terulang kembali.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru