Julia Taubitz Kunci Gelar Piala Dunia Luge Kelimanya Secara Beruntun
Julia Taubitz finis di posisi kedua pada seri penutup musim di Altenberg, Jerman, yang memastikan gelar keenamnya di ajang FIL Luge World Cup. (Foto: AP)
Pembalap luge Jerman, Julia Taubitz, memastikan gelar juara umum Piala Dunia luge nomor tunggal putri untuk kelima kalinya secara beruntun.
Ia finis di posisi kedua pada seri penutup musim di Altenberg, Jerman, Minggu (8/3), yang sekaligus memastikan gelar keenam sepanjang kariernya di ajang FIL Luge World Cup.
Julia Taubitz mengamankan trofi musim ini dengan selisih poin yang sangat tipis setelah bersaing ketat sepanjang musim.
Pada balapan terakhir di Altenberg, kemenangan diraih oleh sesama atlet Jerman, Merle Fraebel.
Namun posisi kedua sudah cukup bagi Julia Taubitz untuk memastikan gelar keseluruhan musim ini.
Taubitz harus berjuang hingga detik terakhir karena hanya unggul 0,006 detik atas pembalap Latvia, Kendija Aparjode, yang finis di posisi ketiga.
Selisih waktu tersebut bahkan jauh lebih cepat dibandingkan durasi kedipan mata manusia.
“Ini hari yang sempurna. Ini kemenangan Piala Dunia paling menegangkan dalam karier saya,” kata Julia Taubitz setelah memastikan gelar juara.
Sepanjang musim, Taubitz mengumpulkan total 634 poin, hanya empat poin lebih banyak dari Fraebel yang menempati posisi kedua klasemen akhir.
Sementara pembalap Austria, Lisa Schulte, mengakhiri musim di peringkat ketiga.
Pembalap Amerika Serikat, Summer Britcher, menempati posisi keempat klasemen keseluruhan.
Hasil tersebut menjadi capaian terbaik Britcher sejak menempati peringkat ketiga klasemen akhir pada musim 2018–2019.
Di nomor tunggal putra, pembalap Jerman Felix Loch meraih kemenangan pada seri penutup musim.
Hasil tersebut menjadi kemenangan ke-56 sepanjang kariernya di Piala Dunia, sekaligus menyamai rekor kemenangan terbanyak dalam sejarah nomor tunggal putra yang sebelumnya dipegang legenda Italia, Armin Zoeggeler.
Loch, yang juga merupakan juara umum Piala Dunia delapan kali, mengalahkan pembalap Italia Dominik Fischnaller yang finis kedua, sementara posisi ketiga ditempati atlet Austria David Gleirscher.
Sementara itu, Austria memenangi nomor estafet tim pada seri terakhir musim ini, diikuti Italia di posisi kedua dan Latvia di peringkat ketiga.
Amerika Serikat tidak menurunkan tim pada nomor estafet karena hanya Britcher yang tetap mengikuti seri Piala Dunia setelah Olimpiade.
Dalam nomor estafet, setiap negara harus menurunkan atlet dari nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri.
Secara keseluruhan, Jerman kembali menunjukkan dominasinya di cabang olahraga sliding musim ini dengan mengoleksi 149 medali dari ajang Piala Dunia dan Olimpiade pada nomor luge, skeleton, dan bobsled.
Austria menempati posisi berikutnya dengan total 57 medali, sementara Amerika Serikat mengumpulkan 26 medali sepanjang musim dingin tahun ini.
Artikel Tag: olimpiade