Kanal

Inilah Alasan Justin Gaethje Disebut Petarung Paling Menghibur di Octagon

Penulis: Hanif Rusli
24 Jan 2026, 11:54 WIB

Tak peduli menang atau kalah, pertarungan Justin Gaethje selalu meninggalkan kesan mendalam. (Foto: Fight TV)

Justin Gaethje kembali menjadi sorotan saat ia dipercaya menjadi laga utama UFC 324 melawan Paddy Pimblett dalam perebutan gelar interim kelas ringan.

Bagi Gaethje, status sebagai bintang utama bukan sekadar posisi di poster, melainkan pengakuan atas satu hal yang selalu ia yakini: dirinya adalah petarung paling menghibur yang pernah masuk ke Octagon.

Pernyataan itu bukan sesumbar kosong. Dari 14 penampilan Gaethje di UFC, ia sukses mengantongi 14 bonus performa.

Rekor tersebut menjadi bukti konkret bahwa setiap kali Gaethje bertarung, penonton hampir pasti mendapatkan aksi penuh adrenalin.

Tak peduli menang atau kalah, pertarungan Gaethje selalu meninggalkan kesan mendalam.

Sejak debutnya di UFC pada 2017, Justin Gaethje langsung mencuri perhatian.

Saat itu ia menghadapi Michael Johnson dan sempat terhuyung di ronde pertama. Namun alih-alih bermain aman, Gaethje justru menekan tanpa henti.

Kombinasi pukulan, tendangan, lutut, dan siku di ronde kedua membuat Johnson roboh dalam kondisi berdarah.

Dua bonus sekaligus langsung ia bawa pulang malam itu, menandai awal reputasinya sebagai “The Highlight”.

Dalam perjalanan kariernya, Gaethje konsisten menghadapi lawan-lawan elite.

Nama-nama besar seperti Khabib Nurmagomedov, Charles Oliveira, Eddie Alvarez, Dustin Poirier, Tony Ferguson, hingga Donald “Cowboy” Cerrone pernah merasakan ganasnya gaya bertarungnya.

Jika sejarah kelas ringan UFC ditulis ulang, Justin Gaethje hampir selalu menjadi bagian penting di dalamnya.

Kini, tantangan berikutnya datang dari Paddy Pimblett.

Meski belum memiliki daftar lawan sekelas Gaethje, Pimblett membawa momentum besar dan potensi popularitas luar biasa jika mampu mencetak kemenangan.

Menariknya, Pimblett sendiri mengakui kekagumannya. Ia bahkan menyebut Gaethje sebagai “petarung favorit dari petarung favoritmu”.

Gaethje memahami posisinya dalam bisnis hiburan UFC. Ia sadar, daya tarik utama UFC 324 terletak pada intensitas dan agresivitas laga utamanya, apalagi setelah batalnya satu partai gelar lain.

Di usia 37 tahun, Justin Gaethje mungkin sudah mendekati akhir karier, namun satu hal tak berubah: setiap kali ia bertarung, penonton tahu mereka sedang menyaksikan sesuatu yang spesial.

Jika Gaethje bertarung dengan gaya khasnya, penuh tekanan dan tanpa rem, UFC 324 hampir pasti kembali menjadi panggung pembuktian mengapa namanya identik dengan kata “paling menghibur” di dunia MMA.

Artikel Tag: Justin Gaethje, Paddy Pimblett, MMA, UFC

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru