Hoki Es Kursi Roda Putri Perjuangkan Masuk Paralimpiade Musim Dingin 2030
Sebelum Paralimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, hanya tiga atlet perempuan yang pernah tampil di cabang ini. (Foto: AP)
Para pemain hoki es kursi roda putri dan pejabat olahraga internasional berharap cabang olahraga tersebut dapat masuk dalam program resmi Paralimpiade Musim Dingin 2030.
Harapan itu disampaikan dalam konferensi pers pada ajang Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 yang berlangsung di Milan.
Senior Manager World Para Ice Hockey, Michelle Laflamme, mengatakan upaya untuk memasukkan hoki es kursi roda putri ke dalam Paralimpiade Musim Dingin telah dimulai sejak 2022.
Menurutnya, berbagai pihak terus bekerja untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam olahraga tersebut.
“Jika berbicara tentang impian, tentu saja targetnya adalah Paralimpiade 2030. Saya pikir hal itu bisa diwujudkan,” ujar Laflamme.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya jumlah atlet perempuan yang terlibat dalam olahraga ini.
Jika sebelumnya hanya sekitar satu persen dari total atlet, kini jumlahnya telah melampaui 20 persen.
Pertumbuhan tersebut memungkinkan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Hoki Es Kursi Roda Putri pertama pada 2025 di Slovakia.
Turnamen itu menjadi langkah penting dalam upaya memperkuat kompetisi internasional bagi atlet perempuan.
Namun, menurut International Paralympic Committee (IPC), masih ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum cabang olahraga tersebut dapat dipertimbangkan masuk dalam program Paralimpiade.
Di antaranya adalah penyelenggaraan minimal dua edisi kejuaraan dunia serta keikutsertaan setidaknya delapan tim dari tiga benua.
Saat ini, olahraga tersebut masih membutuhkan satu kejuaraan dunia tambahan dan setidaknya tiga tim baru sebelum batas waktu pengajuan pada 2027.
Laflamme menyebut sejumlah negara seperti India, Kazakhstan, Meksiko, dan China tengah mempersiapkan program pengembangan tim hoki es kursi roda putri.
Untuk mendorong partisipasi perempuan, penyelenggara Paralimpiade juga memberikan fleksibilitas dalam komposisi tim.
Setiap tim diperbolehkan menambah pemain perempuan di luar batas standar 15 pemain yang biasanya digunakan dalam turnamen hoki es kursi roda.
Sebelum Paralimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, hanya tiga atlet perempuan yang pernah tampil di cabang ini.
Mereka adalah Brit Mjaasund Oeyen dari Norwegia pada 1994, Lena Schroeder dari Norwegia pada 2018, serta Yu Jing dari China pada Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022.
Salah satu pemain Jepang yang tampil di Paralimpiade Milano Cortina 2026, Akari Fukunishi, menyebut olahraga tersebut sangat menarik, tetapi jumlah pemain perempuan di dunia masih terbatas.
Sementara itu, anggota Komite Atlet World Para Ice Hockey, Erica McKee, menilai penting untuk terus mendorong lebih banyak perempuan, terutama generasi muda, agar terlibat dalam olahraga ini.
Wakil Presiden IPC, John Petersson, menyatakan optimistis terhadap perkembangan hoki es kursi roda putri, meski belum dapat memastikan apakah cabang tersebut akan masuk dalam program Paralimpiade Musim Dingin 2030.
Artikel Tag: Hoki es