Fernando Mendoza Tingkatkan Adaptasi di Kamp Rookie Las Vegas Raiders
Fernando Mendoza mengaku menerima banyak pelajaran dalam dua hari pertama rookie minicamp. (Foto: AP)
Quarterback rookie Fernando Mendoza terus menjalani proses adaptasi bersama Las Vegas Raiders, khususnya dalam transisi bermain di bawah center pada sistem ofensif baru tim.
Pilihan nomor satu dalam draft tersebut mengaku menerima banyak pelajaran dalam dua hari pertama rookie minicamp.
Mendoza menggambarkan arus informasi yang diterimanya seperti “semburan air” karena begitu cepat dan padat.
“Saya hanya mencoba menyerap semuanya, berkembang setiap hari, memperhatikan detail, dan membangun koneksi dengan rekan satu tim,” ujarnya usai sesi latihan Sabtu.
Dalam sesi latihan yang terbuka untuk media, Fernando Mendoza terlihat lebih sering mengambil snap dari bawah center, sesuai kebutuhan dalam skema pelatih Klint Kubiak.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Mendoza yang sebelumnya lebih sering bermain dalam formasi shotgun saat di level perguruan tinggi.
Selama tiga musim di kampus, termasuk bersama California dan Indiana, Mendoza hanya mencatat lima snap dari bawah center. Ia menyebut aspek footwork sebagai penyesuaian terbesar dalam proses tersebut.
“Berbeda dengan shotgun, sekarang kami harus memastikan langkah kaki tepat waktu, tetap membaca pertahanan, dan menjaga sinkronisasi dengan lini ofensif,” katanya.
“Fokus utama ada pada dua langkah awal, mengamankan snap, dan bergerak cepat dengan kaki yang kuat.”
Untuk mempercepat proses adaptasi, Fernando Mendoza melakukan sesi tambahan bersama sesama pemain rookie di hotel tim.
Dalam dua malam terakhir, ia mengambil antara 25 hingga 50 snap dari bawah center bersama setiap pemain lini ofensif.
Salah satu rekan setimnya, Trey Zuhn III, menyebut Mendoza sebagai sosok pemimpin yang mudah diajak bekerja sama. Ia juga menilai latihan tambahan tersebut sangat membantu.
“Kami juga tidak banyak bermain di bawah center saat di Texas A&M, jadi repetisi tambahan ini sangat penting. Kami siap untuk berkembang bersama,” ujar Zuhn.
Selain latihan di lapangan, Mendoza juga memaksimalkan waktu di ruang video. Ia mempelajari permainan quarterback berpengalaman seperti Kirk Cousins dan Sam Darnold, yang pernah bermain dalam sistem serupa.
Fernando Mendoza menilai pendekatan staf pelatih Raiders sangat membantu proses transisinya dari level perguruan tinggi ke NFL.
Ia menyebut Kubiak sebagai pelatih dengan pemahaman ofensif yang luar biasa.
Meski program latihan resmi tim (OTA) baru dimulai pada 18 Mei, Mendoza memilih tetap berada di Las Vegas untuk berlatih. Ia bahkan tidak akan mengikuti rencana kunjungan tim lamanya ke Gedung Putih.
“Saya harus membuktikan diri. Saya tidak bisa melewatkan latihan,” kata Mendoza. “Sebagai rookie, itu bukan hal yang baik. Saya ingin memberikan yang terbaik untuk tim.”
Artikel Tag: NFL