Cyril Linette Resmi Mundur dari Posisi CEO Olimpiade Musim Dingin 2030
Cyril Linette dilaporkan berselisih dengan Edgar Grospiron yang kini memimpin komite penyelenggara Olimpiade 2030. (Foto: AP)
Penyelenggara Olimpiade Musim Dingin 2030 di Pegunungan Alpen Prancis mengonfirmasi pengunduran diri chief executive officer (CEO) mereka, Cyril Linette, pada Rabu (25/2) waktu setempat, setelah berpekan-pekan dilanda gejolak internal.
Kepergian Cyril Linette secara resmi diakui dalam rapat dewan eksekutif akhir pekan lalu.
Cyril Linette sebelumnya dilaporkan berselisih dengan Edgar Grospiron, mantan juara Olimpiade cabang ski gaya bebas yang kini memimpin komite penyelenggara Olimpiade 2030.
Dalam pernyataan resminya, panitia menyebut keputusan tersebut mencerminkan keinginan kolektif untuk menghadirkan “momentum baru melalui tata kelola yang diperbarui” menjelang fase krusial proyek pesta olahraga musim dingin tersebut.
Ketegangan internal memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Situasi diperparah oleh sejumlah pengunduran diri pejabat penting, yang berpuncak pada konflik terbuka antara Grospiron dan Cyril Linette.
Perseteruan keduanya menjadi episode terbaru dalam rangkaian turbulensi yang dinilai melemahkan jalannya persiapan ajang empat tahunan itu.
Sebelumnya, chief operating officer Anne Murac lebih dulu mundur, disusul direktur komunikasi Arthur Richer.
Selain itu, Bertrand Méheut, yang menjabat sebagai penanggung jawab komite remunerasi, juga meninggalkan posisinya.
Serangkaian kepergian tersebut memunculkan pertanyaan tentang stabilitas organisasi menjelang tahapan penting perencanaan.
Meski demikian, panitia menegaskan komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap kesuksesan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin 2030.
Mereka memastikan pekerjaan yang telah berjalan akan terus dilanjutkan sesuai rencana.
“Otoritas dan para pemangku kepentingan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap keberhasilan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin 2030 di Alpen Prancis. Prioritas kolektif tetap pada kelanjutan pekerjaan yang sudah berjalan demi kepentingan proyek,” demikian pernyataan resmi penyelenggara.
Olimpiade Musim Dingin Alpen Prancis 2030 sejak awal dikenal memiliki jadwal persiapan paling ketat dibandingkan edisi modern lainnya.
Konsep penyelenggaraan mengusung model terpisah, dengan cabang olahraga salju berlangsung di wilayah pegunungan, sementara cabang seluncur digelar di kota tanpa salju, yakni resor Riviera Prancis, Nice.
Untuk cabang speedskating, panitia mempertimbangkan opsi menggelarnya di luar negeri guna menekan biaya pembangunan arena baru.
Dua lokasi yang menjadi kandidat adalah Thialf Arena di Heerenveen, Belanda, serta Oval Lingotto di Turin, Italia, yang telah memiliki fasilitas memadai.
Model serupa juga diterapkan pada Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina awal bulan ini, yang membagi lokasi pertandingan antara area pegunungan dan kota berbeda.
Hingga kini, peta definitif lokasi pertandingan Olimpiade 2030 masih belum disahkan.
Keputusan final terkait penetapan venue dijadwalkan akan diumumkan paling lambat akhir Juni mendatang, sebuah tenggat penting yang akan menentukan arah akhir persiapan ajang tersebut.
Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin