Kanal

Carlos Beltran Tegaskan Skandal Astros Tidak Definisikan Siapa Dirinya

Penulis: Hanif Rusli
23 Jan 2026, 19:28 WIB

Dalam pernyataannya usai diumumkan sebagai anggota Hall of Fame Class of 2026, Carlos Beltran mengakui perannya dalam skandal yang mengguncang dunia bisbol. (Foto: AP)

Carlos Beltran akhirnya mencapai puncak kariernya dengan terpilih ke Baseball Hall of Fame, namun bayang-bayang skandal pencurian tanda Houston Astros 2017 masih kerap melekat pada namanya.

Meski menjadi satu-satunya pemain yang disebut secara eksplisit dalam laporan resmi Major League Baseball terkait kasus tersebut, Beltran menegaskan bahwa insiden itu tidak mendefinisikan siapa dirinya sebenarnya.

Dalam pernyataannya usai diumumkan sebagai anggota Hall of Fame Class of 2026, Carlos Beltran mengakui perannya dalam skandal yang mengguncang dunia bisbol.

Ia tidak menyangkal bahwa sebagai sebuah tim, Astros telah melangkah terlalu jauh dengan memanfaatkan teknologi secara ilegal untuk mencuri tanda lawan dalam perjalanan menuju gelar World Series 2017.

Namun, Carlos Beltran menilai kesalahan itu hanyalah satu bagian dari kisah panjang kariernya.

“Ketika orang mendengar nama Carlos Beltran, itu akan selalu melekat,” ujar Beltran. “Tetapi pada saat yang sama, hal itu tidak sepenuhnya mendefinisikan pribadi saya.”

Ia menambahkan bahwa dalam kompetisi tingkat tertinggi, tim kerap terjebak dalam pola pikir untuk melakukan apa pun demi menang, meski pada akhirnya melampaui batas yang seharusnya dijaga.

Carlos Beltran terpilih ke Hall of Fame pada tahun keempat masa eligibilitasnya, setelah tahun lalu gagal hanya terpaut 19 suara.

Kali ini, ia mengantongi 358 dari 425 suara atau 84,2 persen, jauh melewati ambang batas 75 persen.

Ia akan dilantik bersama Andruw Jones dan Jeff Kent, melengkapi jajaran elite bisbol dunia.

Secara statistik, Beltran adalah salah satu pemain paling komplet dalam sejarah MLB. Ia menjadi pemain kelima yang mampu mencatat setidaknya 400 home run dan 300 stolen base.

Selama 20 musim kariernya, ia membukukan rata-rata pukulan .279, 2.725 hit, 435 home run, 1.582 run, dan 312 stolen base.

Namanya sejajar dengan legenda seperti Barry Bonds, Willie Mays, dan Alex Rodriguez dalam kategori statistik langka tersebut.

Di luar lapangan, Beltran dikenal aktif mengembangkan bisbol di Puerto Rico, tanah kelahirannya, melalui sekolah dan program pembinaan bagi generasi muda.

Ia menjadi pemain kelima kelahiran Puerto Rico yang masuk Hall of Fame, sebuah pencapaian yang ia maknai sebagai tanggung jawab untuk menginspirasi.

“Kesempurnaan tidak ada dalam hidup siapa pun,” kata Beltran. Baginya, Hall of Fame bukan hanya tentang satu pemain, melainkan tentang perjalanan panjang bisbol yang dibangun oleh banyak individu dari berbagai latar belakang dan generasi.

Artikel Tag: bisbol, major league baseball, mlb

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru