Kanal

Brigid Kosgei Ganti Kewarganegaraan, Siap Bela Turkiye di Olimpiade LA 2028

Penulis: Hanif Rusli
29 Jan 2026, 20:23 WIB

Brigid Kosgei menargetkan tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 dengan mengenakan seragam Turkiye setelah seluruh proses administrasi rampung. (Foto: AFP)

Mantan pemegang rekor dunia maraton, Brigid Kosgei, resmi meninggalkan Kenya dan akan mewakili Turkiye pada Olimpiade Los Angeles 2028.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kosgei kepada Agence France-Presse (AFP) pada akhir Januari 2026, mengonfirmasi bahwa proses perpindahan kewarganegaraannya telah berjalan sejak 2024.

“Saya memang telah mengubah kewarganegaraan menjadi Turki. Itu keputusan pribadi saya, dan saya senang bisa bertanding di bawah bendera Turkiye di Los Angeles nanti setelah proses alih afiliasi selesai,” ujar Kosgei.

Atlet berusia 31 tahun itu merupakan peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 dan salah satu pelari maraton terbaik dunia dalam satu dekade terakhir.

Sesuai Piagam Olimpiade, atlet yang berganti negara harus menunggu tiga tahun sejak terakhir kali membela negara asalnya, kecuali mendapat dispensasi khusus dari otoritas terkait.

Dengan dimulainya proses sejak 2024, Kosgei diproyeksikan memenuhi syarat untuk tampil di LA28.

Selain Brigid Kosgei, empat atlet Kenya lainnya juga mengikuti langkah serupa, yakni Ronald Kwemoi—peraih perak Olimpiade Paris 2024—serta Catherine Amanang'ole, Brian Kibor, dan Nelvin Jepkemboi.

Meski belum semuanya memiliki prestasi besar di level dunia, kehadiran mereka menambah daftar panjang atlet elite yang memilih membela Turkiye.

Federasi Atletik Kenya menyatakan tidak mempermasalahkan keputusan tersebut.

Anggota komite eksekutif Athletics Kenya, Barnaba Korir, menegaskan bahwa perpindahan ini merupakan hak individu atlet.

“Ini keputusan pribadi. Kenya memiliki sangat banyak pelari elite, dan tidak mungkin semuanya tertampung mengingat batas maksimal tiga atlet per nomor di Olimpiade,” ujarnya.

 Menurut Korir, para atlet yang pindah tetap bisa berkontribusi bagi negara asal melalui investasi dan pengembangan olahraga.

Kosgei dikenal luas setelah memecahkan rekor dunia maraton pada 2019 dengan catatan 2:14:04, rekor yang bertahan hingga 2023 sebelum dipecahkan oleh Tigist Assefa dari Ethiopia.

Karier Brigid Kosgei dimulai dari lintasan rumput sebelum akhirnya beralih ke lomba jalan raya dan meraih berbagai gelar prestisius seperti London, Chicago, dan Tokyo Marathon.

Fenomena perpindahan kewarganegaraan atlet kini semakin umum, termasuk di Turkiye yang sebelumnya merekrut atlet-atlet top dari Jamaika dan negara lain.

Meski memicu perdebatan etis, praktik ini sah secara regulasi dan menjadi bagian dari dinamika olahraga global modern.

Artikel Tag: Olimpiade Los Angeles 2028

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru