Bangkit dari ICU, Yang Binyu Jalani Debut Olimpiade dengan Semangat Cinta
Yang Binyu melakoni debut Olimpiadenya pada nomor 3.000 meter putri, Sabtu (8/2), dengan finis di posisi ke-17. (Foto: AP)
Perjalanan atlet speed skating China, Yang Binyu, menuju Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 bukanlah kisah yang mudah.
Dari ruang perawatan intensif hingga akhirnya tampil di arena es Olimpiade, Yang membuktikan bahwa kecintaan pada olahraga dapat menjadi kekuatan terbesar untuk bangkit.
Yang Binyu melakoni debut Olimpiadenya pada nomor 3.000 meter putri, Sabtu (8/2), dengan finis di posisi ke-17 setelah mencatat waktu 4 menit 7,62 detik.
Catatan tersebut bahkan lebih baik dibandingkan saat ia meraih medali emas di Asian Winter Games 2025 di Harbin.
“Atas pengalaman pertama di Olimpiade ini, saya mendapat pelajaran berharga,” ujar Yang.
Ia menilai penampilan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus berkembang dan menantang dominasi atlet-atlet Eropa di masa depan.
Menjadi atlet speed skating China pertama yang turun di lintasan es Milano tidak membuatnya terbebani.
Ia justru memandang tekanan sebagai dorongan untuk tampil lebih baik. “Tekanan adalah motivasi. Saya hanya fokus menjalankan strategi saya sendiri,” katanya.
Tiga tahun lalu, perjalanan karier Yang Binyu hampir terhenti. Pada Juli 2023, ia mengalami cedera otak serius akibat kecelakaan saat latihan bersepeda.
Insiden itu membuatnya harus dirawat di ICU selama beberapa hari sebelum menjalani masa pemulihan panjang di rumah sakit.
Dalam masa pemulihan tersebut, Yang banyak merenung tentang hidup dan kariernya.
Ia menyadari bahwa alasan utamanya kembali ke lintasan es adalah kecintaannya pada olahraga tersebut, bukan sekadar hasil atau penghargaan.
“Selama saya masih hidup, kembali ke arena es sudah berarti karena saya ingin berseluncur,” ujarnya.
Setelah kondisinya membaik, ia memulai latihan sederhana dari duduk, berdiri, hingga squat untuk memulihkan kekuatan tubuh. Sekitar enam bulan kemudian, pada awal 2024, Yang mencatat rekor pribadi nomor 3.000 meter dalam seri Piala Dunia di Amerika Serikat.
Baginya, speed skating bukan olahraga yang membosankan, melainkan pengalaman menantang melawan angin dan batas diri sendiri.
Atmosfer arena Olimpiade yang penuh penonton pun semakin menambah semangatnya.
Yang kini bertekad menjalani setiap lomba dengan gaya dan semangatnya sendiri. “Saya ingin berseluncur dengan penuh jiwa dan menjadi diri saya sendiri di atas es,” katanya.
Artikel Tag: Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026