Novak Djokovic Tepis Ucapan ‘Frustasi’ Rafael Nadal
Novak Djokovic di US Open 2023
Berita Tenis: Novak Djokovic memuji musuh bebuyutannya, Rafael Nadal, tetapi ia menepis komentar yang dilontarkan petenis berkebangsaan Spanyol baru-baru ini tentang dirinya.
Dalam wawancara dengan Movistar+ pada bulan lalu, Nadal menyatakan bahwa ia yakin petenis berkebangsaan Serbia akan merasa frustaasi jika ia tidak memenangkan lebih banyak gelar Grand Slam dibandingkan petenis lain dalam kariernya.
Saat ini, petenis peringkat 1 dunia adalah petenis putra dengan gelar Grand Slam nomor tunggal terbanyak dalam sejarah dengan mengantongi 24 gelar. Ia mengantongi dua gelar lebih banyak daripada Nadal dan empat gelar lebih banyak daripada Roger Federer. Bahkan pada musim 2023, ia memenangkan tiga dari empat gelar Grand Slam dengan pengecualian Wimbledon yang dimenangkaan Carlos Alcaraz dan dirinya menjadi runner up.
“Saya tidak merasa frustasi untuk alasan yang sederhana, dengan semua kemungkinan saya, saya telah melakukan semua hal yang bisa saya lakukan untuk membuatnya terjadi pada diri saya,” ungkap Nadal kepada Movistar+.
“Saya pikir Novak akan merasa lebih intens tentang hal itu daripada saya. Jika ia tidak meraihnya, itu mungkin akan menjadi frustasi yang lebih besar baginya. Mungkin itu mengapa ia melakukannya. Saya pikir ia memiliki kemampuan untuk mengerahkan ambisi sampai batas maksimal. Saya pikir saya juga pernah terlalu ambisius, tetapi sedikit lebih sehat, yang membuat saya melihat hal-hal dengan cara yang berbeda.”
Sehari setelah ucapan tersebut, petenis berkebangsaan Spanyol mengklarifikasi komentarnya saat wawancara dengan Dario AS dengan mendeklarasikan petenis berkebangsaan Serbia sebagai petenis terhebat sepanjang masa. Ia mengatakan “tidak dapat disangkal” bahwa petenis peringkat 1 dunia telah menorehkan angka yang lebih baik dalam kariernya dibandingkan dirinya.
Saat itu, petenis berusia 36 tahun tidak meresponnya, tetapi ia buka suara dalam wawancara baru-baru ini dengan media Serbia, Sportal.
“Saya melihat komentarnya menjadi viral, sehingga banyak orang membicarakannya. Setiap orang berhak atas pendapat masing-masing, bagaimana ia menafsirkan orang lain dalam konteks tertentu. Itu saja yang bisa saya katakan. Rafa adalah juara sejati dan saya menghormati dan mengapresiasinya sebagai juara sejati, musuh terbesar saya dan sebagai seorang petenis yang berkontribusi dalam membentuk permainan saya dan hasil yang telah saya capai,” jelas Djokovic.
“Saya tidak berniat untuk membicarakan hal negatif tentang dirinya atau Roger, rasa hormat saya terhadap mereka menggantikan opini negatif yang mungkin saya miliki. Sekali lagi, itu pendapat Rafa dan saya tentu saja tidak setuju. Saya punya pendapat sendiri, tetapi saya tidak akan membagikannya karena saya tidak ingin kita membahasnya lebih dalam. Tidak perlu untuk melakukannya.”
Sementara itu, Djokovic akan kembali beraksi dalam beberapa pekan ke depan jelang ATP Finals di Turin. Sementara Nadal akan kembali beraksi awal musim depan yang mungkin menjadi musim terakhir dalam kariernya.
Artikel Tag: Tenis, Novak Djokovic, Rafael Nadal