Kanal

Novak Djokovic Belum Menyerah Dengan Mimpi Gelar Grand Slam Ke-25

Penulis: Dian Megane
01 Feb 2026, 21:09 WIB

Novak Djokovic [kanan] dan Carlos Alcaraz [kiri] [image: getty images]

Berita Tenis: Keyakinan bahwa lebih banyak kesuksesan besar menanti di masa depan masih tetap menyala bagi Novak Djokovic, meskipun ia menelan kekalahan di final Australian Open 2026.

Petenis berusia 38 tahun telah mengalahkan juara bertahan, Jannik Sinner di semifinal Australian Open 2026 dengan lima set yang melelahkan, tetapi pada akhirnya tidak mampu mengalahkan petenis berkebangsaan Spanyol, Carlos Alcaraz, yang menjadi petenis putra termuda dalam sejarah yang menyelesaikan Career Grand Slam (memenangkan keempat Grand Slam).

“Saya selalu yakin saya bisa,” jawab Djokovic ketika ditanya apakah ia merasa ia bisa memenangkan gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya.

“Kalau tidak, saya tidak akan berkompetisi dan saya mengatakan itu berulang kali. Sungguh luar biasa bahwa saya menaklukkan Jannik dengan lima set dan benar-benar berjuang melawan Carlos dengan empat set. Saya tetap kecewa perasaan saya di set kedua dan ketiga setelah awal yang laur biasa dan saya merasa menakjubkan tentang diri saya sendiri, lalu beberapa hal berubah.”

“Itu yang terjadi. Ini adalah olahraga, tetapi tentu, ketika anda menarik garis batas dan anda menilai apa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, itu adalah sebuah prestasi yang memukau bagi saya untuk bisa bermain di final, mungkin hanya beberapa set lagi untuk memenangkannya. Tentu, setelah kekalahan, rasanya pahit. Tetapi, saya harus puas dengan hasil ini.”

Petenis unggulan keempat terakhir kali memenangkan gelar Grand Slam di US Open musim 2023. Ia melenggang ke semifinal di keempat Grand Slam pada musim 2025 tetapi gagal melangkah ke babak selanjutnya. Ia menjelaskan bagaimana penyesuaian pola pikirnya dalam beberapa musim terakhir telah membantunya mengelola tekanan ketika berkompetisi di tingkat elit.

“Saya menurunkan ekspektasi saya dalam beberapa musim terakhir, yang menurut saya juga memungkinkan saya untuk melepaskan sebagian dari stres tambahan yang tidak perlu. Selalu ada ketegangan, stres, dan tekanan, dan saya hanya tidak ingin kewalahan olehnya,” jelas Djokovic.

“Rasanya juga sedikit menyenangkan karena tidak selalu menjadi favorit utama untuk memenangkan Grand Slam. Saya pikir itu memberi anda sedikit motivasi ekstra, ketika sampai pada babak-babak terakhir Grand Slam.”

Petenis berusia 38 tahun telah memenangkan kesepuluh final Australian Open yang ia lakoni sebelumnya. Petenis yang kini berada di peringkat 3 dunia, menikmati perjalanan unik menuju semifinal, setelah ia mendapatkan kemenangan WO di babak keempat dari Jakub Mensik dan diuntungkan oleh pengunduran diri Lorenzo Musetti di perempatfinal yang sebelumnya unggul dua set atas Djokovic.

“Secara keseluruhan, tentu saja ini turnamen yang fantastis,” seru Djokovic. “Saya tahu bahwa saya mungkin harus mengalahkan dua dari mereka dalam perjalanan menuju gelar. Saya mengalahkan satu, yang hebat, jadi, ini langkah lebih jauh daripada yang pernah saya capai di Grand Slam musim lalu. Sangat bagus, menggembirakan.”

Dengan kemenangan di Melbourne, Alcaraz kini mengoleksi gelar Grand Slam ketujuh dalam kariernya dan menorehkan Career Grand Slam. Ia pun memberikan pujian penuh kepada petenis berusia 22 tahun, Alcaraz.

“Hasilnya merupakan bukti dari kariernya yang sudah cemerlang. Saya tidak bisa memikirkan kata-kata pujian lain untuknya,” tukas Djokovic. “Ia pantas mendapatkan semua pujian yang ia terima dari rekan-rekannya, tetapi juga dari seluruh komunitas tenis.”

“Ia adalah pemuda yang sangat baik. Memiliki nilai-nilai yang baik, keluarga yang baik. Tentu saja, sudah menjadi petenis legendaris yang telah membuat jejak besar dalam buku sejarah tenis, maksud saya, baru berusia 22 tahun. Itu sangat mengesankan.”

Artikel Tag: Australian Open 2026, Novak Djokovic, Carlos Alcaraz

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru