Kanal

Nikita Tszyu dan Michael Zerafa Nyaris Adu Jotos Saat Sesi Timbang Badan

Penulis: Hanif Rusli
16 Jan 2026, 20:32 WIB

Nikita Tszyu (kiri) dan Michael Zerafa. (Foto: Fight TV)

Ketegangan antara Nikita Tszyu dan Michael Zerafa mencapai titik didih jelang pertarungan mereka setelah keduanya nyaris terlibat adu jotos saat sesi timbang badan.

Momen panas itu terjadi di King George Square, Brisbane, ketika rivalitas lama antara keluarga Tszyu dan Zerafa kembali mencuat ke permukaan.

Setelah sama-sama dinyatakan lolos timbang badan, kedua petinju terlibat adu tatap yang berubah menjadi benturan kepala dan dorong-dorongan.

Situasi memanas hingga petugas keamanan harus turun tangan untuk memisahkan mereka.

Meski akhirnya berpisah dengan cara yang lebih terkendali, insiden tersebut menegaskan betapa besar tensi duel yang akan berlangsung di Brisbane Entertainment Centre.

Michael Zerafa (34-5, 22 KO) mengungkapkan penyebab emosinya memuncak. Ia menilai Tszyu sudah terlalu sering bersikap provokatif selama rangkaian promosi.

“Nikita terlalu sering menaruh tangannya di wajah dan dagu saya selama ini. Saya biarkan sebelumnya, tapi kali ini tidak,” ujar Zerafa.

Ia menegaskan tindakannya bukan persoalan pribadi, melainkan cara menunjukkan bahwa dirinya bukan lawan yang bisa diperlakukan semena-mena.

Sementara itu, Nikita Tszyu (11-0, 9 KO) justru menganggap insiden di timbang badan sebagai titik balik penting dalam persiapannya.

“Kami sedang bersiap untuk bertarung. Apa yang terjadi tadi bukan apa-apa dibandingkan dengan besok,” kata Tszyu.

Menurutnya, momen timbang badan selalu memicu “saklar” mental untuk siap berperang. Ia merasa perlu mengubah momentum setelah sebelumnya tampil lebih santai dalam konferensi pers.

Michael Zerafa tak mau kalah dalam perang kata-kata. Ia menegaskan bahwa mental bertarungnya sudah siap jauh sebelum Nikita Tszyu.

“Kalau saklarnya baru menyala sekarang, saklar saya sudah menyala sejak 48 jam lalu,” balasnya dengan dingin.

Tszyu kemudian melontarkan pernyataan keras tentang “menikmati rasa sakit” dan menganggap penderitaan sebagai bagian dari hidupnya.

Michael Zerafa menanggapi dengan cara berbeda, menutup dengan ucapan “God bless”, sejalan dengan keyakinan religius yang kerap ia tunjukkan.

Zerafa juga menyindir stamina Tszyu yang menurutnya kerap menurun di ronde-ronde akhir. Ia mengklaim telah mempelajari kelemahan tersebut dan menyiapkan jawaban di atas ring.

Bagi Nikita Tszyu, laga ini adalah momen puncak sejauh ini, ujian terbesar dalam kariernya, dan peluang penting menuju perebutan gelar dunia dalam 12 bulan ke depan.

Pertarungan ini bukan sekadar soal kemenangan, tetapi juga tentang harga diri dan sejarah panjang permusuhan yang akhirnya akan dituntaskan di atas ring.

Artikel Tag: Nikita Tszyu, Michael Zerafa

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru