Negosiasi Mandek, Deontay Wilder Pilih Hadapi Derek Chisora
Deontay Wilder
Berita Tinju: Deontay Wilder akhirnya buka suara mengenai batalnya laga unifikasi kelas berat melawan Oleksandr Usyk. Duel yang sempat digadang bakal mempertemukan dua mantan juara dunia itu kini resmi digantikan dengan pertarungan non-gelar menghadapi Derek Chisora.
Usyk sebelumnya melontarkan tantangan kepada Wilder pada akhir tahun lalu. Kedua kubu sempat melakukan pembicaraan untuk menggelar pertarungan di Amerika Serikat. Namun, proses tersebut tidak pernah mencapai kesepakatan final.
Situasi itu berubah ketika nama Derek Chisora muncul sebagai calon lawan Wilder. Petinju asal Inggris tersebut kini dipastikan menghadapi Wilder pada 4 April mendatang di London. Pertarungan itu akan menjadi laga utama dalam ajang Misfits Pro dan menandai penampilan profesional ke 50 bagi Wilder.
Chisora datang dengan modal kemenangan angka atas Gerald Washington, Joe Joyce, dan Otto Wallin. Rentetan hasil positif itu diraih setelah ia mengalami kekalahan TKO yang cukup berat dari Tyson Fury pada 2022. Meski sudah berusia 42 tahun, Chisora tetap dikenal sebagai petarung keras dengan gaya bertarung agresif.
Di sisi lain, performa Wilder juga tengah menjadi sorotan. Petinju berusia 40 tahun itu hanya sekali naik ring dalam dua tahun terakhir. Ia mencatat kemenangan TKO ronde ketujuh atas Tyrrell Herndon pada Juni lalu, setelah sebelumnya kalah beruntun dari Joseph Parker dan Zhilei Zhang.
Menjelang laga melawan Chisora, Wilder menjelaskan bahwa kegagalan duel kontra Usyk bukan disebabkan oleh penolakan sepihak. Ia menyebut proses negosiasi berjalan terlalu lama dan tidak kunjung menemui titik terang.
“Dalam pembicaraan seperti ini, kadang semuanya berjalan lebih lambat dari perkiraan,” ujar Wilder kepada Daily Mail Boxing. “Ada banyak hal yang terjadi. Tanpa menyalahkan siapa pun, prosesnya terlalu berlarut. Kami butuh kepastian untuk segera bertarung,” lanjutnya.
Wilder juga menolak anggapan bahwa laga melawan Chisora hanyalah pemanasan. Menurutnya, Chisora tetap merupakan lawan berbahaya yang tidak bisa diremehkan. “Saya tidak melihat ini sebagai laga uji coba. Derek datang untuk bertarung. Saya sudah siap secara mental, fisik, dan emosional,” katanya.
Sementara itu, Usyk baru saja mencatat kemenangan TKO ronde kelima atas Daniel Dubois. Petinju asal Ukraina tersebut sebelumnya menyatakan masih ingin menjalani setidaknya dua laga lagi. Dengan batalnya duel kontra Deontay Wilder, publik kini menantikan siapa penantang berikutnya untuk sabuk WBC, WBA, dan IBF milik Usyk.
Artikel Tag: Deontay Wilder, Derek Chisora, Unifikasi, oleksandr usyk