Napheesa Collier Belum Pastikan Masa Depannya Bersama Minnesota Lynx
Musim panas tahun lalu, Napheesa Collier memilih menandatangani kontrak satu tahun setelah menolak tawaran kontrak multitahun. (Foto: AP)
Napheesa Collier belum memastikan masa depannya bersama Minnesota Lynx menjelang periode free agency WNBA.
Collier mengaku belum memikirkan keputusan tersebut setelah Lynx tersingkir dari playoff akibat disapu New York Liberty dalam dua pertandingan.
“Saya bahkan belum memikirkan masa depan saya,” kata Collier dalam wawancara setelah musim berakhir. “Kami baru kalah kurang dari 48 jam lalu dan tidak menyangka akan berada di posisi ini, jadi saya belum punya waktu untuk mencerna semuanya.”
Napheesa Collier menegaskan dirinya masih memiliki hubungan kuat dengan Lynx. Namun, pemain lima kali All-Star itu belum ingin menentukan langkah berikutnya.
“Saya bisa mengatakan bahwa saya mencintai tempat ini, organisasi ini, tim saya dan semuanya. Tetapi saya belum punya waktu untuk memikirkan hal tersebut,” ujarnya.
Musim panas tahun lalu, Collier memilih menandatangani kontrak satu tahun setelah menolak tawaran kontrak multitahun.
Keputusan itu membuatnya berstatus free agent dan menjadi salah satu pemain yang diperkirakan akan menarik perhatian banyak klub WNBA.
Performa Collier pada 2026 juga berada di bawah standar yang sebelumnya ia tunjukkan.
Ia mencatat rata-rata 16,8 poin dan 6,9 rebound per pertandingan setelah kembali bermain pada 22 Juli menyusul beberapa operasi pergelangan kaki pada offseason.
Dalam tiga musim sebelumnya, dari 2023 hingga 2025, Napheesa Collier selalu mencatat sedikitnya 20 poin dan tujuh rebound per pertandingan.
Ia juga finis di posisi keempat, kedua, dan kedua dalam pemungutan suara MVP WNBA pada periode tersebut.
“Saya memang tidak berada di level yang saya harapkan. Namun, saya bangga dengan kerja keras yang saya lakukan untuk bisa kembali,” kata Collier. “Tujuan utama saya adalah kembali ke lapangan dan membantu tim meraih gelar. Kami gagal mencapainya, jadi itu sulit. Tetapi saya tetap bangga dengan apa yang saya capai dan terutama dengan tim.”
Pelatih Lynx Cheryl Reeve mengakui kondisi Collier belum sepenuhnya pulih. “Semua orang bisa melihat Napheesa Collier bukanlah Napheesa Collier yang biasanya,” kata Reeve.
Napheesa Collier menjadi pemain penting dalam pembangunan kembali Lynx setelah Maya Moore meninggalkan WNBA pada 2018.
Dipilih sebagai pemain keenam dalam draft 2019, Collier kemudian menjadi fondasi baru Minnesota dan membantu tim mencapai final WNBA pada 2024 sebelum kalah dari Liberty.
Jika Collier pergi, Reeve harus kembali membangun tim di sekitar pemain muda. Rookie of the Year Olivia Miles mengatakan musim pertamanya memberinya pengalaman menghadapi ekspektasi yang berubah drastis.
“Saya menjalani roller-coaster ekspektasi dan emosi sepanjang tahun,” kata Miles.
Reeve menghormati keputusan apa pun yang nantinya dibuat Collier. Menurutnya, pilihan tersebut bisa dipengaruhi berbagai pertimbangan di luar basket.
“Kadang seseorang bertahan dan kadang pergi karena mungkin ada sesuatu yang lebih baik untuk dirinya,” kata Reeve. “Apa pun keputusannya, kami akan baik-baik saja.”
Artikel Tag: Minnesota Lynx, WNBA, Napheesa Collier