Situasi Politik Ancam Salah Satu Seri Balapan MotoGP
Catalunya
Berita MotoGP: Ajang balap bergengsi MotoGP di Catalunya sepertinya akan berakhir, hal ini disebabkan Catalunya mengadakan referendum untuk berpisah dari pemerintah Spanyol. CEO Dorna Carmelo Ezpelata mengatakan pihaknya akan senang jika Catalunya tetap bisa menggelar ajang balap MotoGP.
Carmelo Ezpelata selaku CEO Dorna mengatakan sirkuit Catalunya Spanyol terancam tidak akan menggelar ajang bergengsi balapan MotoGP, pasalnya Catalunya akan berpisah dari Spanyol. Hal ini otomatis akan merubah semua regulasi yang akan berlaku seterusnya jika hal ini benar-benar terjadi. Perijinan dan kerjasama antara MotoGP tidak lagi dengan pihak pemerintah Spanyol, melainkan dengan pemerintah setempat nantinya.
Baru-baru ini Catalunya mengadakan referendum untuk memisahkan diri dari negara Spanyol. Hasilnya 90% masyarakat yang ada di Catalunya setuju untuk memisahkan diri dari Spanyol. Namun pemerintah Spanyol tidak mengakui hasil referendum yang menyatakan Catalunya berpisah dari Spanyol yang dinyatakan ilegal.
"Balapan di Catalunya berada di wilayah Spanyol, jika terjadi sesuatu maka akan menjadi pusat perhatian. Namun anda harus melihat keadaan dan mendiskusikanya." Ungkap Ezpelata. Sirkuit Catalunya sudah menggelar ajang balapan premium sejak tahun 1996. Sirkuit sepanjang 4,6 Km tersebut rutin menggelar kejuaraan MotoGP.
Ezpelata mengatakan pihak MotoGP akan dengan senang hati untuk menggelar ajang balapan MotoGP di sirkuit Catalunya ke depanya. Namun Dorna juga bersedia untuk membicarakan balapan MotoGP untuk ke depanya.
"Dorna memiliki kesepakatan kontrak yang jelas dengan pihak sirkuit Catalunya, dan apabila Catalunya merdeka maka urusan kontrak akan dibicarakan dengan pemerintah setempat. Tentu kami akan sangat senang jika Catalunya tetap bisa menggelar kejuaraan MotoGP, tetapi jika kenyataanya berbeda maka kami harus membicarakanya lagi dengan pihak yang terkait." Ungkap pria asal Spanyol tersebut.