Senna Agius Kagum Casey Stoner Bawa Ducati yang Tak Diunggulkan Jadi Juara
Senna Agius kagum dengan pencapaian Casey Stoner saat juara MotoGP 2007 bersama Ducati.
Berita MotoGP - Senna Agius menjadikan Casey Stoner sebagai salah satu panutan terbesar dalam kariernya. Pembalap Australia itu secara khusus mengagumi keberanian Stoner ketika membawa Ducati menjadi juara MotoGP 2007, meski motor tersebut belum dianggap sebagai paket terbaik.
Senna Agius memberikan pujian tinggi kepada Casey Stoner atas pencapaiannya ketika menjadi juara dunia MotoGP 2007 bersama Ducati.
Agius yang akan naik ke kelas MotoGP bersama Tech3 pada 2027 tersebut memang menjadikan Stoner sebagai idolanya. Kekagumannya bukan hanya karena kemampuan Stoner di atas motor, tetapi juga keberhasilannya menghadapi situasi sulit.
Stoner naik ke MotoGP pada 2006 bersama Honda sebelum pindah ke Ducati setahun kemudian. Saat itu, Ducati belum menjadi kekuatan dominan seperti sekarang dan masih berada di belakang Honda serta Yamaha dalam persaingan antarpabrikan.
Namun, Stoner justru mampu membuat kejutan besar. Dalam 18 balapan musim 2007, ia meraih 10 kemenangan dan 14 podium untuk mengamankan gelar juara dunia pertamanya di kelas utama.
Menariknya, performa rekan setimnya, Loris Capirossi, menunjukkan betapa besarnya peran Stoner dalam keberhasilan tersebut. Capirossi hanya finis di posisi ketujuh klasemen dengan satu kemenangan dan empat podium.
"Saya sangat menghormati caranya ketika pindah ke Ducati saat itu," kata Agius.
"Dia membawa sebuah proyek menuju gelar juara dunia yang sebenarnya tidak diperkirakan kompetitif. Bahkan, menurut sisi garasi lainnya, motor tersebut memang tidak kompetitif. Namun, dia tetap menjadi juara dunia."
Menurut Agius, keberhasilan tersebut memperlihatkan dua kualitas utama yang dimiliki Stoner, yakni kekuatan mental dan kemampuan mengendarai motor.
"Hal itu menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa dan kemampuan membalap yang istimewa. Casey adalah panutan yang hebat bagi saya dan idola terbesar saya," ujarnya.
Stoner kemudian melanjutkan kariernya bersama Ducati hingga 2010. Ia menjadi runner-up MotoGP 2008 sebelum kembali memperkuat Honda pada 2011 dan langsung merebut gelar dunia keduanya.
Agius kini memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari idolanya tersebut. Stoner menjadi salah satu sosok yang memberikan masukan kepada pembalap muda Australia itu dalam perjalanan menuju MotoGP.
Bagi Agius, pengalaman Stoner menjadi bukti bahwa pembalap hebat tidak selalu harus menunggu berada di atas motor yang paling diunggulkan untuk meraih kesuksesan.
Artikel Tag: Casey Stoner, Ducati