Pengakuan Jorge Martin, Ducati Ingkar Janji Batalkan Kontrak Sepihak
Jorge Martin
Berita MotoGP: Jorge Martin mengungkap cerita yang selama ini jarang diketahui publik mengenai hubungannya dengan Ducati. Juara dunia MotoGP 2024 itu mengklaim sempat menandatangani kontrak untuk membela tim pabrikan Ducati pada musim 2023 sebelum kesepakatan tersebut dibatalkan secara sepihak.
Jadwal dan Cara Menyaksikan MotoGP Ceko 2026
Jorge Martin akhirnya membuka salah satu episode paling kontroversial dalam perjalanan kariernya di MotoGP. Pembalap asal Spanyol itu mengaku Ducati pernah membatalkan kontrak yang sudah disepakati untuk membawanya ke tim pabrikan pada musim 2023.
Saat itu Martin tampil menjanjikan bersama Pramac Racing sejak debutnya di MotoGP pada 2021. Dalam dua musim pertamanya bersama motor Ducati, ia berhasil meraih sejumlah kemenangan, podium, dan pole position yang membuatnya dianggap sebagai kandidat kuat untuk naik ke tim utama.
Namun rencana tersebut ternyata tidak berjalan sesuai harapan.
Dalam sebuah wawancara di podcast Gypsy Tales, Martin mengungkap bahwa dirinya sebenarnya sudah menandatangani kontrak untuk membela Ducati Lenovo Team pada 2023. Akan tetapi, keputusan mendadak dari Ducati membuat kursi tersebut justru diberikan kepada Enea Bastianini.
"Saya sudah menandatangani kontrak untuk musim 2023 di tim pabrikan. Lalu pada satu titik mereka mengatakan bahwa saya tidak akan ke sana. Mereka menginginkan pembalap lain. Itu sangat gila dan saya rasa tidak banyak yang mengetahui hal ini," kata Martin.
Meski kecewa, Martin memilih bertahan di Pramac karena tetap mendapatkan motor spesifikasi pabrikan. Keputusan itu justru menjadi titik balik penting dalam kariernya.
Pada musim 2023, Martin berhasil menjadi pesaing utama Francesco Bagnaia dalam perebutan gelar juara dunia sebelum akhirnya finis sebagai runner-up. Setahun kemudian, ia sukses merebut gelar juara MotoGP 2024 dan membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pembalap terbaik di grid.
Namun hubungan Martin dengan Ducati kembali mengalami ujian pada pertengahan 2024. Ketika berharap mendapat promosi ke tim pabrikan untuk musim 2025, Ducati justru memilih merekrut Marc Marquez untuk mendampingi Bagnaia.
Keputusan tersebut menjadi pukulan kedua bagi Martin. Merasa peluangnya terus tertutup, ia akhirnya memutuskan meninggalkan keluarga besar Ducati dan menerima tawaran Aprilia.
Kini, setelah berstatus juara dunia, Jorge Martin mengakui pengalaman itu mengajarkannya bahwa kontrak di MotoGP tidak selalu menjamin masa depan seorang pembalap.
"Kadang kontrak tidak berarti banyak bagi tim-tim besar. Kami para pembalap selalu memberikan segalanya, tetapi situasi seperti ini memang sulit dipahami," ujar Martin.
Artikel Tag: Ducati, Jorge Martin