Liberty Media Dinilai Bikin Marc Marquez Tak Betah di MotoGP
Marc Marquez
Berita MotoGP - Marc Marquez disebut berpotensi meninggalkan MotoGP lebih cepat dari perkiraan akibat perubahan yang dibawa Liberty Media. Peringatan tersebut disampaikan oleh pengamat MotoGP, Carlo Pernat, yang menilai sejumlah kebijakan baru membuat beban para pembalap semakin berat.
Liberty Media mulai membawa perubahan setelah mengambil alih MotoGP pada 2025. Salah satu kebijakan yang menuai perdebatan adalah penerapan sanksi bagi pembalap yang tidak menghadiri kegiatan promosi selama akhir pekan balapan.
Aturan tersebut menjadi sorotan setelah Marc Marquez pernah mengirimkan orang yang mirip dengannya untuk menggantikan kehadirannya dalam kegiatan balap gokart menjelang Grand Prix Jepang. Saat itu, pembalap Ducati Lenovo tersebut beralasan tidak ingin mengganggu fokusnya terhadap persaingan gelar juara dunia.
Pernat menilai keterlibatan Liberty Media dalam pengelolaan MotoGP berpotensi memengaruhi keputusan Marquez untuk mengakhiri kariernya.
Pernat terlebih dahulu memberikan pujian kepada Marquez setelah kemenangan dominannya di MotoGP Malaysia. Ia menyebut pembalap asal Spanyol tersebut memiliki kemampuan luar biasa dan masih bisa terus meraih kemenangan selama berada di lintasan.
"Dia benar-benar seperti berasal dari planet lain. Seorang manusia Mars yang datang dengan pesawat luar angkasa luar biasa dan telah menunjukkan hal-hal yang luar biasa kepada kita. Selama dia masih di sini, dia akan terus menang. Setelah itu, dia akan pergi dengan pesawat luar angkasanya," ujar Pernat kepada GPOne.
Namun, Pernat memperkirakan Marquez mungkin hanya akan bertahan satu musim lagi di MotoGP. Kontrak yang masih berlaku menjadi salah satu alasan pembalap berusia 33 tahun itu diperkirakan tetap tampil pada musim depan.
"Saya rasa dia mungkin akan pergi. Menurut saya, dia akan menjalani satu tahun lagi, yakni musim depan, karena tentu saja dia masih terikat kontrak," katanya.
Pernat juga menilai Marquez mulai menjadi salah satu sosok yang paling disorot dalam berbagai persoalan terkait kebijakan baru MotoGP.
Menurut Pernat, perubahan regulasi dan meningkatnya tuntutan di luar lintasan dapat membuat kehidupan pembalap semakin sulit. Ia menyinggung jadwal latihan pada Jumat dan Sabtu serta padatnya aktivitas yang harus dijalani para rider.
"Dengan semua aturan baru yang mereka perkenalkan, Marc menyadari bahwa kehidupan pembalap tidak lagi menyenangkan. Ini adalah kehidupan yang penuh keterbatasan dan sangat berbahaya, baik secara fisik maupun mental," ucapnya.
Meski demikian, pernyataan mengenai keinginan Marquez meninggalkan MotoGP tersebut merupakan penilaian Pernat, bukan pengumuman langsung dari sang pembalap.
Sebelumnya, Marc Marquez memang pernah berbicara mengenai rencana pensiun. Ia ingin mengakhiri kariernya dengan tenang setelah melewati perjalanan panjang, termasuk perjuangan melawan cedera.
Jika berhasil kembali menjadi juara dunia pada 2026, Marc Marquez juga berpeluang menyamai koleksi gelar juara dunia kelas premier milik Giacomo Agostini.
Artikel Tag: Marc Marquez, Liberty Media, Carlo Pernat