Fabio Quartararo Jujur Soal Mesin Yamaha Inline-4 2026, Masih Stagnan
Fabio Quartararo
Berita MotoGP: Fabio Quartararo mengungkapkan penilaiannya soal arah pengembangan Yamaha jelang MotoGP 2026. Meski pabrikan asal Iwata ini bersiap beralih ke mesin V4, sang juara dunia 2021 menilai mesin versi inline-4 untuk MotoGP 2026 belum memberi dampak signifikan.
MotoGP 2026 menjadi fase penting bagi Fabio Quartararo dan Yamaha. Pabrikan asal Iwata itu tengah menyiapkan transisi besar menuju mesin V4, mengakhiri era panjang mesin silinder segaris yang selama ini menjadi identitas mereka di kelas utama.
Namun Quartararo mengakui dirinya masih memiliki ikatan emosional dengan mesin inline four. Bersama konfigurasi itulah ia meraih gelar juara dunia MotoGP 2021 dan mencatat periode terbaik dalam kariernya bersama Monster Energy Yamaha.
Meski begitu, pebalap berjuluk El Diablo tersebut menilai perkembangan mesin Yamaha sepanjang musim 2025 belum menjawab kebutuhan kompetitif di lintasan. Ia menyebut peningkatan tenaga memang ada, tetapi belum cukup untuk mengejar rival yang semakin agresif.
“Selangkah demi selangkah kami sedikit meningkatkan tenaga mesin. Sayangnya, itu belum cukup,” ujar Quartararo dilansir dari Crash.net.
Ia menjelaskan bahwa fokus terbesar Yamaha sepanjang musim justru berada pada sektor elektronik, bukan pada performa mesin secara murni.
“Langkah terbesar yang kami lakukan ada di bidang elektronik. Kami mencoba memahami bagaimana saya bisa beradaptasi lebih baik dan lebih cepat dengan bantuan sistem elektronik yang lebih efisien,” lanjutnya.
Nada Quartararo terdengar realistis, bahkan sedikit sarkastik, saat menilai bahwa kemajuan tersebut belum membawa perubahan besar di lintasan balap. Ia juga mengakui bahwa arah pengembangan Yamaha kini mulai bergeser dari motor lama menuju proyek baru untuk musim depan.
Meski menyambut positif langkah Yamaha beralih ke mesin V4, Quartararo tak menutup kemungkinan dirinya akan merindukan karakter mesin silinder segaris yang sudah ia kenal dengan sangat baik.
“Mungkin saya akan merindukannya, mungkin juga tidak. Kita belum tahu seperti apa motor tahun depan,” katanya.
“Beralih ke V4 tentu menarik, tapi bisa saja nanti saya justru merindukan motor yang sekarang.”
Fabio Quartararo menegaskan bahwa perubahan besar ini menjadi tantangan baru dalam kariernya. Ia berharap fokus Yamaha yang berkurang pada pengembangan motor 2025 benar benar dibayar lunas dengan performa kompetitif pada MotoGP 2026.
“Saya rasa para insinyur sekarang lebih fokus ke motor 2026. Itu sebabnya peningkatan sepanjang musim ini cukup minim. Tapi saya berharap ini demi alasan yang baik, agar kami punya motor yang benar benar kompetitif musim depan,” pungkasnya.
Artikel Tag: Fabio Quartararo, MotoGP 2026, yamaha