Kanal

Bos Baru Tech3 Guenther Steiner Puji Ketangguhan Mental Pembalap MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
11 Mar 2026, 14:41 WIB

Guenther Steiner Bos Tech3

Berita MotoGP : Guenther Steiner menjalani akhir pekan pertamanya di paddock MotoGP sebagai pemilik tim Tech3 pada seri Thailand. Ia mengaku terkesan dengan tekanan dan intensitas yang dihadapi para pembalap MotoGP.

Guenther Steiner resmi memulai perannya di dunia MotoGP setelah mengambil alih kepemilikan tim Tech3. Kehadirannya di paddock MotoGP pertama kali terlihat pada seri pembuka musim 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand.

Steiner sebelumnya dikenal luas di dunia Formula 1 sebagai mantan kepala tim Haas dan salah satu figur populer dalam serial dokumenter Netflix Drive to Survive. Karena latar belakang tersebut, kedatangannya ke MotoGP sempat menimbulkan berbagai reaksi dari penggemar.

Meski memiliki pengalaman panjang dalam manajemen motorsport, Steiner mengaku tetap terkesan dengan atmosfer yang ia rasakan pada akhir pekan balapan MotoGP pertamanya.

Dalam wawancara dengan jurnalis MotoGP Adam Wheeler di podcast Paddock Pass, Steiner mengatakan bahwa intensitas kompetisi di MotoGP sangat berbeda dan memberikan kesan mendalam baginya.

"Apa yang saya sukai adalah betapa kompetitifnya olahraga ini. Para pembalap benar-benar berada di batas kemampuan mereka," kata Guenther Steiner.

Ia juga menyoroti tekanan besar yang dirasakan para pembalap saat berada di lintasan.

"Ketika melihat mereka keluar ke lintasan, Anda bisa melihat tingkat tekanan yang mereka rasakan. Hal itu terlihat dari mata mereka. Itu sesuatu yang luar biasa," ujarnya.

Menurut Steiner, intensitas tersebut justru menjadi salah satu daya tarik utama MotoGP. Ia menggambarkan balapan di kelas utama sebagai olahraga yang penuh adrenalin.

"Saya sangat menyukai intensitasnya. Segalanya terasa seperti balapan akar rumput, semuanya murni adrenalin," tambahnya.

Meski demikian, Steiner menegaskan bahwa dirinya masih dalam tahap belajar memahami dunia MotoGP. Ia tidak ingin terlalu cepat memberikan penilaian sebelum benar-benar memahami cara kerja kompetisi tersebut.

"Saya masih baru di sini, ini hari pertama saya dalam pekerjaan ini. Saya tidak ingin langsung merasa paling tahu dan mengatakan sesuatu yang mungkin akan saya sesali nanti," jelasnya.

Dari sisi hasil, tim Tech3 memang belum mendapatkan awal musim yang ideal. Pada balapan utama di Thailand, Enea Bastianini berhasil mengamankan beberapa poin, sementara Maverick Vinales harus finis di luar 15 besar.

Di sisi lain, performa kuat pembalap KTM Pedro Acosta menunjukkan bahwa motor RC16 tetap memiliki potensi besar untuk bersaing di barisan depan.

Acosta bahkan tampil impresif pada seri pembuka dengan memenangkan Sprint Race dan finis di posisi kedua pada balapan utama, sekaligus memimpin klasemen sementara MotoGP 2026.

Artikel Tag: Guenther Steiner, MotoGP Thailand, Tech3, Tech3 KTM

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru